Tak Bicara Pilpres di Temboro, JKSN: Politik Tak Harus Verbal

TAK BICARA POLITIK: KH Ubaidillah Ahror (kiri) menerima silaturahim pengurus JKSN di Ponpes Al Fatah Temboro, Magetan, Selasa (30/10). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
TAK BICARA POLITIK: KH Ubaidillah Ahror (kiri) menerima silaturahim pengurus JKSN di Ponpes Al Fatah Temboro, Magetan, Selasa (30/10). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

MAGETAN, Barometerjatim.com – Tak ada pembicaraan politik maupun dukung mendukung di Pilpres 2019 dalam kunjungan pengurus pusat Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah Temboro, Magetan, Selasa (30/10).

Rombongan laki-laki yang diterima pengasuh Ponpes, KH Ubaidillah Ahror alias Gus Ubaid hanya membicarakan terkait pendidikan di pesantren dan seputar kemasyarakatan. Selebihnya, para kiai dan gus tersebut bercanda ringan layaknya orang pesantren.

Turut bergabung dalam silaturahim, Bupati Trengalek yang juga Wagub Jatim terpilih, Emil Elestianto Dardak. Sementara Dewan Pengarah JKSN yang juga Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa melakukan pertemuan terpisah di asrama putri.

• Baca: Safari Politik di Mataraman, Khofifah-JKSN Dahului Prabowo

Usai pertemuan, Sekjen JKSN KH Zahrul Azhar As’ad menegaskan memang tidak ada pembicaraan terkait politik. Terlebih konsistensi Ponpes Al Fatah yang tidak terlalu masuk ke wilayah politik praktis.

“Itu harus kita apresiasi, kan mereka tidak terlalu masuk ke wilayah politik praktis. Tapi lebih fokus pada amaliyah-amaliyah yang memang tidak jauh dari NU (Nahdlatul Ulama),” katanya.

• Baca: Prabowo ke Ponpes Takeran, Gus Amik Tetap Dukung Jokowi

Saat ditanya adakah pembicaraan khusus dengan Gus Ubaid terkait Pilpres 2019, Gus Hans menegaskan tidak ada. “Tidak, tidak! Lagi pula politik itu kan tak harus dibicarakan,” sergahnya.

Jadi sudah saling memahami meski tidak ada pembicaraan khusus? “Mudah-mudahan, tapi yang jelas ini silaturahim. Politik itu kan silaturahim, bisa melalui sapaan, dan tidak harus verbal seperti itu,” tegasnya.

Informasi Objektif

Bagaimana dengan Khofifah, apakah melakukan komunikasi politik dengan para ibu nyai? Gus Hans menegaskan sama saja, tak ada pembicaraan politik secara vulgar. Sebatas memberikan informasi secara smooth terkait kebaikan, termasuk kinerja Joko Widodo (Jokowi).

“Ibu tadi juga memberikan pengarahan kepada para santri, serta menjelaskan tentang bagaimana Pak Jokowi dipuji dunia internasional, serta bagaimana susahnya mengatur bangsa yang terdiri dari berbagai suku ini,” paparnya.

Minimal, kata Gus Hans, informasi itu penting bagi mereka yang selama ini mungkin tak tersentuh oleh informasi dari pihak lain. “Jadi sebatas itu,” tegasnya.

• Baca: Tokoh Muda NU: Prabowo Orang Baik yang Salah Pergaulan

“Di Ponpes Temboro ini minimal kita memberi informasi tentang kebaikan. Itu memang ciri khas dari JKSN: Menyebarkan kebaikan tanpa provokasi,” sambungnya.

Gus Hans juga membantah kalau kunjungan JKSN dilakukan untuk mendahului Capres Prabowo Subianto. “Tak ada kaitannya. Kita tidak tahu kalau Pak Prabowo juga akan datang,” ucapnya.

“Kalau misalnya Pak Prabowo ke sana (Temboro),  minimal kita sudah memberikan porsi objektif kepada mereka dari berbagai sisi. Biar tidak mendapatkan informasi dari satu pihak saja,” pungkasnya.

» Baca Berita Terkait JKSN, Gus Hans, Pilpres 2019