Tak Ada Poros Ketiga di Pilwali Surabaya, PSI Merapat ke PDIP!

PILWALI SURABAYA: Eri Cahyadi, dipandang PSI sosok yang optimal untuk membangun Kota Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA: Eri Cahyadi, dipandang PSI sosok yang optimal untuk membangun Kota Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wacana poros ketiga di Pilwali Surabaya 2020 ambyar. Ini setelah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) — pemilik empat kursi di DPRD Surabaya — memilih merapat ke PDI Perjuangan.

“PSI ke PDIP!” tegas Ketua DPW PSI Jatim, Teguh Cahyadin kepada Barometerjatim.com, Kamis (3/9/2020). Pasti ya? “Pasti, pasti ke PDIP,” tandasnya.

Pertimbangannya, papar politikus yang akrab disapa Gus Adin tersebut, karena menilai calon wali kota dari PDIP, Eri Cahyadi adalah sosok yang optimal untuk membangun Kota Surabaya dan sejalan dengan visi-misi PSI.

“Karena itu PSI akan mengoptimalkan mesin partai untuk kemenangan Pak Eri sama Pak Armuji. Itu perintah DPP. Jadi kita mengoptimalkan mengawal Pak Eri sama Pak Armuji,” tegasnya.

Artinya wacana membentuk poros ketiga tidak berlanjut? “Sudah finish,” tegas Gus Adim. “Sudah finisih, langkah kita (membangun poros ketiga) sudah finish,” imbuhnya.

Gus Adim mengakui, dalam dua minggu terakhir pihaknya memang melakukan pembicaraan intens dengan DPP PSI maupun DPD Kota Surabaya. Hasil pembicaraan ada komparatif tokoh yang digalang, salah satunya Eri Cahyadi.

“Kalau waktu itu Pak Eri tidak diakomodir PDIP ya kita akan membentuk poros ketiga, kan itu. Jadi kita menunggu PDIP apa benar Pak Eri direkom. Alhamdulillah sudah direkom, ya sudah enggak ada poros ketiga,” jelasnya.

Sebelumnya, PSI memang menyiapkan sejumlah opsi. Pertama, merapat ke PDIP karena di level pusat sudah ada pembicaraan antara-Sekjen, Hasto Kristiyanto dengan Raja Julianto untuk mengusung siapa pun yang diusulkan PDIP.

Kedua, tegas Gus Adin, ada wacana membangun poros ketiga jika Partai Golkar memberikan rekomendasi kepada Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans untuk maju sebagai calon wali kota.

“Kalau sekiranya Gus Hans direkom sama Golkar menjadi wali kota, PSI sebagai wakil wali kota. Ada wacana itu, jadi tergantung opsi dari dua alternatif tersebut,” tandasnya.

Gus Adin juga memastikan, partainya tidak akan bergabung dengan koalisi besar Parpol pengusung Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno di Pilwali Surabaya 2020.

“Arahan dari Raja Juli, PSI tidak akan koalisi dengan MA (Machfud Arifin) karena di MA terlalu banyak teman-teman partai yang sudah ke sana,” ujarnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya