Survei Mujiaman Lebih Populer dari Armuji, Pengamat: Aneh!

TAK MASUK AKAL: Popularitas Armuji kalah dari Mujiaman dinilai pengamat tak masuk akal. | Foto:  Barometerjatim.com/ROY HS/IST
TAK MASUK AKAL: Popularitas Armuji kalah dari Mujiaman dinilai pengamat tak masuk akal. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sempat tertinggal di tiga lembaga survei — internal PDIP, PusdeHAM, dan Populi Center, elektabilitas Machfud Arifin-Mujiman balik mengungguli Eri Cahyadi-Armuji di survei Poltracking Indonesia. Selisihnya pun tak tanggung-tanggung: 17,6 persen!

Dalam survei Poltracking, Machfud–Mujiaman mencatat elektabilitas 51,7 persen dan Eri-Armuji 34,1 persen. Sisanya, merahasiakan jawaban (5,0 persen) dan yang belum menentukan pilihan atau undecided voters (9,2 persen).

Survei digelar pada 19-23 Oktober 2020 dengan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sampel 1.200 responden dengan margin of error kurang lebih 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Namun Pengamat Sosial Politik asal Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Andri Arianto menyoroti untuk kategori popularitas karena Mujiaman mengungguli Armuji.

Pada kategori ini, secara tunggal Machfud meraih popularitas tertinggi 83,4 persen. Disusul Eri Cahyadi 59,4 persen, Mujiaman 60,2 persen, dan Armuji 59,6 persen.

“Pak Armuji sudah lima kali terpilih menjadi wakil rakyat. Empat kali di DPRD Surabaya dan sekarang duduk di DPRD Jatim sebelum maju Cawawali,” ujar Andri, Senin (2/11/2020).

“Dia meraih sekitar 136.000 suara khusus untuk Surabaya saja. Jadi sangat aneh jika Pak Armuji kalah populer dibanding Pak Mujiaman di Surabaya,” herannya.

Apalagi, lanjut Andri, Mujiaman belum teruji dalam memikat pemilih dan menghimpun suara. Beda dengan Armuji yang sudah terbukti sebagai wakil rakyat dengan perolehan 136 ribu suara di Surabaya.

Tapi jika dipasangkan, menurut Andri, bisa jadi Machfud-Mujiaman lebih populer dibanding Eri -Armudji, karena Machfud sudah melakukan sosialisasi sejak awal 2019. Machfud juga jor-joran dalam belanja billboard hingga baliho.

Karena Aduan PDAM

Andri menjelaskan, ada tiga poin dalam popularitas yang dimiliki seseorang. Yakni positif, netral, dan negatif. Jika popularitas netral, hanya sekadar tahu saja. Sedangkan popularitas positif, mengetahui dengan lebih jauh seperti sepak terjang dan prestasinya.

“Untuk popularitas negatif, masyarakat tahu karena hal-hal negatifnya. Mungkin saja, masyarakat tahu Pak Mujiaman karena banyakya aduan masyarakat saat masih menjabat sebagai Direktur Utama PDAM Surabaya,” katanya.

“Kan banyak banget gangguan PDAM, bahkan sering mati sampai berhari-hari. Saat ada gangguan air PDAM, masyarakat pasti akan mengadu ke PDAM. Nah orang yang paling disalahkan ya pucuk pimpinan tertinggi,” sambungnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya