Baguss: Jualan Nama Khofifah di Pilwali Surabaya Itu Amatiran!

PILWALI SURABAYA: Yusub Hidayat, dukungan yang bawa nama Khofifah (inset) itu langkah amatiran. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS/IST
PILWALI SURABAYA: Yusub Hidayat, dukungan yang bawa nama Khofifah (inset) itu langkah amatiran. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sekretaris Barisan Gus dan Santri (Baguss) Jatim, Yusub Hidayat angkat bicara soal langkah sekelompok orang yang mengatasnamakan “Sahabat Khofifah” mendeklarasikan dukungan untuk pasangan calon di Pilwali Surabaya, Machfud Arifin-Mujiaman.

“Jualan nama Bu Khofifah di Pilwali Surabaya itu amatiran. Kan sudah jelas beliau menegaskan netral, tidak terlibat dukung mendukung di Pilkada,” katanya kepada Barometerjatim.com, Senin (2/11/2020).

Menurut Yusub, membawa-bawa nama Khofifah yang pejabat publik sebagai gubernur Jatim untuk jualan suara di Pilkada kepada salah satu paslon, sangat tidak bijak dan arif.

“Kalau mau mendukung ya mendukung saja, pakai nama elemennya sendiri lah, jangan pakai embel-embel Khofifah. Tapi ini kan menjual nama Khofifah, seolah-olah didukung Khofifah, padahal ya klaim-klaim saja itu,” ucap Yusub.

“Ayolah! Semuanya saja, termasuk para pendukung Khofifah di Pilgub Jatim 2018, hormati keputusan beliau yang sudah bersikap netral sebagai gubernur, tidak berpihak ke siapa-siapa di Pilkada,” sambungnya.

Yusub khawatir, dengan menjual nama Khofifah justru akan menjatuhkan posisinya sebagai gubernur yang sudah bersikap memilih mengayomi seluruh warga Jatim yang dipimpinnya.

“Jangan merendahkan Bu Khofifah begitu, karena bisa saja orang memandang seolah-olah itu representasi dukungan dari Bu Khofifah untuk salah satu paslon, padahal tidak. Itu enggak benar!” tegasnya.

Soal klaim Sahabat Khofifah yang akan membawa 500 suara ke Machfud-Mujiaman, Yusub menyebut semakin kelihatan kalau kelompok yang diketuai Ali Azhara tersebut amatiran.

“Itu artinya dia tidak membaca berapa jumlah suara kemenangan Khofifah di Pilgub Jatim lalu, sebab banyak sekali relawan dan elemen masyarakat yang bergerak. Jadi semakin kelihatan kalau jualannya amatiran,” kata Yusub.

Terlebih, Yusub melihat Ali Azhara tidak memiliki jejaring kuat di Surabaya. “Jangankan sampai RT/RW, di tingkat kecamatan saja dia tidak mampu, karena selama ini memang tidak berproses di Surabaya,” tandasnya.

Seperti diberitakan sejumlah media online, Sahabat Khofifah mendeklarasikan dukungan untuk Machfud-Mujiaman, Minggu (1/11/2020).

Ketua Sahabat Khofifah, Ali Azhara bersama kelompoknya bahkan berkomitmen untuk memberikan 500 ribu suara untuk rival Eri Cahyadi-Armuji tersebut.

“Anggota Sahabat Khofifah sangat banyak, 50 ribu. Targetnya akan memenangkan 500 ribu karena kita punya sistem sel, kita akan gerakkan orang ke TPS sehingga dapat suara,” ucapnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya