Sabtu, 03 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Sri Mulyani Ungkap Dana Pemda Jatim di Bank Ngendap Rp 29,82 Triliun, Khofifah Bersuara!

Berita Terkait

BUKA SUARA: Khofifah sebut uang Pemda se-Jatim yang tersimpan di Bank Jatim Rp 24,661 triliun. | Foto: Barometerjatim.com/IST
BUKA SUARA: Khofifah sebut uang Pemda se-Jatim yang tersimpan di Bank Jatim Rp 24,661 triliun. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa angkat suara soal ramai dana simpanan Pemerintah Daerah (Pemda) Jatim ngendap di bank hingga mencapai Rp 29,82 triliun atau tertinggi se-Indonesia usai diungkao Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.

“Kalau anggaran Pemprov total saja Rp 32 triliun, jadi enggak mungkin kalau itu anggaran Pemprov. Kalau kabupaten/kota se-Indonesia paling banyak itu Jatim, kemungkinan itu anggaran dari kabupaten/kota dijadikan satu,” katanya di Surabaya, Selasa (2/8/2022).

Sebelumnya, Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual bertajuk APBN Kita Juli 2022, Rabu (27/7/2022), membeber hingga Juni 2022 dana simpanan Pemda di bank masih sangat tinggi. Bahkan meningkat terus dibandingan Januari 2022 mencapai Rp 220,95 triliun dan Jatim yang tertinggi.

Dari Rp 220,9 triliun, wilayah mana yang simpanannya di bank tertinggi? “Kita lihat sekali lagi, Jawa Timur selalu memegang saldo tertinggi dari sisi dana yang ada di BPD-nya,” ungkap Sri Mulyani.

Di wilayah yang dipimpin Khofifah, dana Pemda yang tersimpan di bank mencapai Rp 29,82 triliun untuk seluruh wilayah di Jatim, sedangkan paling rendah yakni Kepulauan Riau Rp 1,17 triliun.

“Ini selalu menimbulkan dilema, bahwa kalau kita ingin membayar transfer secara cepat jangan sampai ini akan berhenti di dalam deposito di perbankan,” tandas Sri Muyani.

Klaim di Bank Jatim Rp 24,661 T

NGENDAP Rp 29,82 T: Pemda Jatim juara soal simpanan dana di bank, ngendap Rp 29,82 triliun. | Sumber: Kemenkeu
NGENDAP Rp 29,82 T: Pemda Jatim juara soal simpanan dana di bank, ngendap Rp 29,82 triliun. | Sumber: Kemenkeu

Namun, sekali lagi menurut gubernur yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu, kalaupun dana simpanan Pemprov dan 38 kabupaten/kota se-Jatim digabungkan tetap tidak sampai Rp 29,82 triliun yang tersimpan di Bank Jatim.

“Kalau dari Bank Jatim saja itu sekitar Rp 24,661 triliun. Jadi memang harus diurai oleh Ibu Menkeu. Mudah-mudahan bisa terurai, apakah itu di Bank Jatim atau di bank yang ada di Jatim,” katanya.

“Tapi saya sudah minta Pak Sekda mendetailkan supaya terang. Jadi tidak semua uang yang di Jatim, uangnya bukan hanya Pemprov. Tapi dari seluruh simpanan kabupaten/kota di Bank Jatim itu sekitar Rp 24,661 triliun,” katanya.

Khofifah juga menepis uang tersebut berhenti di deposito. “Kalau bayar gaji bulan depan uangnya kan sudah di giro. Jadi seluruh kabupaten/kota Rp 24,661 triliun itu bukan karena deposito yang mau diambil berapa tahun gitu enggak,” ucapnya.

Berdasarkan data Bank Jatim, papar Khofifah, dari posisi kas Pemda se-Jatim — baik Pemprov maupun Pemkab/Pemkot — per 30 Juli 2022 sebesar Rp 24,661 triliun tersebut, kas milik Pemprov yakni Rp 5,753 triliun, sedangkan sisanya Rp 18,908 triliun kas milik 38 kabupaten/kota.

Dari kas Rp 5,753 triliun milik Pemprov, Rp 4 triliun merupakan Sisa Lebih Anggaran (Silpa) 2021 yang memang menurut regulasi baru dapat digunakan setelah penetapan Perubahan APBD 2022. Lalu sisanya, Rp 1,5 triliun merupakan cashflow untuk membiayai kegiatan rutin sehari-hari.

“Sebagai wakil pemerintah pusat, Pemprov Jatim akan terus berkordinasi dan  mendorong agar 38 kabupaten/kota segera melakukan percepatan realisasi belanja, agar mampu menjadi stimulus perekonomian masyarakat di saat ekonomi Jatim mulai tumbuh,” pungkasnya.

» Baca berita terkait Pemprov Jatim. Baca juga tulisan terukur lainnya Abdillah HR.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -