Soekarwo Mentahkan Hasil Analisa The Initiative Institute

GENERALIS: Soekarwo, sosok pemimpin harus generalis. Tidak bisa diukur hanya dari empat kategori: Integrity, solidarity maker, political capital dan problem solver. | Foto: Barometerjatim.com

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo menegaskan seorang pemimpin harus generalis. Tidak bisa hanya diukur dari empat kategori: Integrity, solidarity maker, political capital dan problem solver.

Penegasan Pakde Karwo — sapaan akrab Soekarwo — ini sekaligus mementahkan hasil analisa The Initiative Institute milik Airlangga Pribadi Kusman. Lembaga di bidang konsultan kebijakan dan politik itu sebelumnya membagi kriteria calon pemimpin yang layak memimpin Jatim pada empat kategori tersebut.

“Nggak bisa. Menurut saya, sosok pemimpin harus generalis. Jadi tidak bisa empat itu (integrity, solidarity maker, political capital dan problem solver),” tegasnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (2/3) lalu.

Seorang calon pemimpin, lanjut Pakde, ketika menjadi kepala dinas maka dia spesialis. Pun begitu ketika menjadi gubernur harus generalis. Seorang pemimpin, tambahnya, juga harus paham persoalan bahkan mampu menjawab sebelum pertanyaan diajukan.

“Nggak bisa. Menurut saya, sosok pemimpin itu harus generalis. Jadi tidak bisa empat itu (integrity, solidarity maker, political capital dan problem solver).”

“Empat prioritas ini (yang dijadikan ukuran The Initiative Institute, red), enggak. Dia (calon pemimpin) generalis,” tegas gubernur Jatim dua periode itu.

“Dia (pemimpin) ketemu orang nangis karena kekurangan beras, dia ketemu orang yang mempresentasikan, teknokrasi di ITS sana, dia juga ketemu orang yang kemudian mellow sekali karena pacarnya dibawa lari orang, macam-macam. Karena itu dia generalis, begitu jadi kepala dinas, dia spesialis. Jadi gubernur, dia generalis. Sebelum (pertanyaan) anda keluar, harus tahu. Begitu kira-kira,” paparnya memberi contoh.

Tak Ada Rivalitas

Soekarwo juga menegaskan, di Pilgub Jatim 2018 nanti tak ada namanya rivalitas. Meski muncul banyak spekulasi Wakil Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) akan kembali berhadapan dengan Khofifah Indar Parawansa — dalam trek yang berbeda karena di dua periode sebelumnya Gus Ipul hanya menjadi pasangan Soekarwo.

“Seperti saya katakan sejak awal, gubernur itu generalis. Ndak ada kemudian partai membuat, partai ini kan sebenarnya sama, tinggal kemana condongnya. Tetapi sama. Politik aliran seperti zaman dulu sudah ndak ada. Menjadi ekstrem (rivalitas) seperti itu ndak ada,” tandasnya.

Seperti diberitakan, Rabu (1/3), CEO The Initiative Inatitute, Airlangga Pribadi membagi empat kriteria pemimpin layak di Jawa Timur, yaitu integrity, solidarity maker, political capital dan problem solver.

• Baca: Pengamat: Kaki-kaki Politik Khofifah Sangat Kuat

Dari 382 pemberitaan sejak enam bulan terakhir yang dianalisa The Inititiative Inatitute, media massa dinilai kerap memunculkan nama empat tokoh yang diprediksi bakal meramaikan Pilgub Jatim 2018. Mereka yakni Wagub Saifullah Yusuf, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Empat tokoh ini dinilai memiliki integritas. Di kategori solidarity maker, nama Risma dan Anas tidak masuk. Sedang di kategori political capital hanya nama Anas yang ‘ditendang’. Sementara di bagian problem solver, nama Gus Ipul disebut paling lemah.

Meski demikian, Gus Ipul diposisikan tertinggi dari ketiga pesaingnya soal pemberitaan di media massa, yaitu 33 persen. Di urutan kedua muncul nama Risma (32 persen), disusul Khofifah (15 persen) dan Azwar Anas (11 persen).