Soal Janji Lapangan Kerja Baru, Eri Cahyadi Sindir Machfud!

POSKO RAKYAT SURABAYA: Eri Cahyadi buka Posko Keluarga Besar Rakyat Surabaya (KBRS). | Foto: Barometerjatim.com/ROY
POSKO RAKYAT SURABAYA: Eri Cahyadi buka Posko Keluarga Besar Rakyat Surabaya (KBRS). | Foto: Barometerjatim.com/ROY

SURABAYA, Barometerjatim.com – Calon Wali Kota (Cawali) Surabaya nomor urut dua, Machfud Arifin menjanjikan 100 ribu lapangan pekerjaan baru. Lantas bagaimana dengan Cawali nomor urut satu, Eri Cahyadi?

Kader PDI Perjuangan itu menuturkan dirinya tak mau mengobral janji, karena menurutnya yang dibutuhkan warga Surabaya bukan janji-janji manis tapi langsung eksekusi.

Iku wong Suroboyo, jangan pernah janji. Saya pun ndak pernah. Ngomong macem-macem pusing, karena kita selalu banyak ngomong selalu banyak ini, enggak lah. Itu bukan cirinya Surabaya,” kata Eri saat meresmikan Posko Keluarga Besar Rakyat Surabaya (KBRS) di Jalan Karah 41, Jambangan, Selasa (29/9/2020).

Karena itu, sebelum mundur dari kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, diam-diam Eri melakukan kesepakatan dengan seluruh pemilik mall, hotel, apartemen, hingga pemilik investasi di Kota Pahlawan.

“Apa yang saya tanda tangani dengan direkturnya? Satu, yang bekerja di sana itu, minimal 40 persen harus be-KTP Surabaya. Berapa hotel, mall, di Surabaya. Kita harus mengambil itu,” ungkapnya.

“Saya enggak ngomong ada berapa pekerjaan yang saya buka, tidak!” tandasnya menyindir Machfud yang menjanjikan 100 ribu lapangan pekerjaan baru.

Menurut Eri, menempatkan minimal 40 persen warga Surabaya di pekerjaan sektor formal mudah dilakukan, karena dalam perizinan harus menyertakan nama-nama karyawan yang akan dipekerjakan.

“Kalau namanya bukan ber-KTP Surabaya, minimal 40 persennya, ya izinnya tidak saya keluarkan. Metu, babat! (tak diberi izin),” katanya dengan logat Suroboyoan.

Kedua, lanjut Eri, UMKM yang bisa dikerjakan Surabaya, maka hukumnya fardu ain dikerjakan UMKM Surabaya. Ketiga, seni budaya — mulai ludruk hingga parikan — harus ditampilkan di tempat mereka dan dibayar minimal sebulan sekali.

“Itu semua untuk masyarakat Surabaya, dan anda harus mengambil garda terdepannya,” tegasnya.

Bukan untuk Pemenangan

TUMPENG RAKYAT: Eri Cahyadi, memberikan potongan tumpeng kepada Ketua KBRS Nasirudin. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TUMPENG RAKYAT: Eri Cahyadi, memberikan potongan tumpeng kepada Ketua KBRS Nasirudin. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sementara terkait pembentukan Posko KBRS, Eri mengingatkan posko tersebut bukan untuk pemenangan atau mengejar kekuasaan. Tapi kehadirannya harus bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Karena itu, posko ini harus tetap berdiri ketika nanti saya diijabahi dan diberikan amanah masyarakat Surabaya menjadi wali kota. Posko ini menampung, menerima keluhan masyarakat untuk menjadi kesempurnaan Pemkot Surabaya,” kata Eri.

Di sisi lain, kehadiran Eri saat meresmikan posko KBRS disambut hangat dan luar biasa masyarakat sekitar, termasuk kader PDIP. Warga juga terlihat sukarela membantu mengatur lalu lintas di depan posko, agar aktivitas tidak mengganggu pengguna jalan.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya