Pilwali Surabaya, Dukungan Forum Kiai Kampung Terbelah!

TERBELAH: KH Tawwab Hadlory (kiri) dan Maulana Ischak, beda pilihan di Pilwali Surabaya 2020. | Foto: Barometerjatim.com/ROY/ANDRIAN
TERBELAH: KH Tawwab Hadlory (kiri) dan Maulana Ischak, beda pilihan di Pilwali Surabaya 2020. | Foto: Barometerjatim.com/ROY/ANDRIAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Forum Kiai Kampung Nusantara (FKKN) terlibat dukung mendukung aktif di Pilwali Surabaya. Namun dukungannya terbelah! Ada kubu yang merapat ke Machfud Arifin-Mujiaman, ada pula pihak yang lebih memilih Eri Cahyadi-Armuji.

Paslon nomor urut dua, Machfud-Mujiaman mendapat dukungan dari FKKN Surabaya yang diketuai Maulana Ischak, lewat acara silaturahmi di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Sabtu (26/9/2020).

Sementara Paslon nomor urut satu, Eri-Armuji didukung penuh Ketua Umum DPP FKKN, KH Abd Tawwab Hadlory. Bahkan, Kiai Tawwab menyebut Maulana bukan lagi ketua FKKN Surabaya karena sudah dinonaktifkan.

“Sejak dilantik (Januari 2019 di Islamic Center Surabaya) sudah tidak ada aktivitas. Diundang rapat pun, itu tidak pernah datang,” kata Kiai Tawwab.

“Kata orang Jawa, manuk gelatik cucuke abang. Mari dilantik, ongkang-ongkang, ya itu Maulana,” sambung pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darus Sa’adah, Nginden Jangkungan, Surabaya tersebut.

Kiai Tawwab juga menegaskan, kalau FKKN yang dipimpinnya sudah bersepakat secara utuh memberikan dukungan ke Eri-Armuji.

“Itu kesepakatan para kiai yang ada di Surabaya,” tandas Kiai Tawwab yang didampingi Wakil Ketua FKKNU Jatim, KH Mahfud; Wakil Ketua FKKNU Surabaya, KH Dhofir Ahmad; Sekretaris PC FKKN Surabaya, Mohammad Hidayat; Ketua FKKN Jatim, KH Muhammad Husein; serta Sekretaris Wilayah FKKN Jatim, KH Mahfud.

“Ini (FKNN yang mendukung Machfud) sempalan. Tolong kepada masyarakat supaya tahu itu, bahwa Maulana ini langkah pribadi bukan langkah institusi FKKN,” tegas Kiai Tawwab.

“Maka ini sudah kesepakatan kita bersama, bahwa dengan adanya teguran ini, Maulana sudah tidak berhak menyandang ketua karena sudah dinonaktifkan tapi masih mengatasnamakan FKKN,” katanya.

Bantah Sudah Nonaktif

PILIH ERI CAHYADI: KH Tawwab Hadlory bersama pengurus FKKN Jatim dan Surabaya, dukung Eri Cahyadi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY
PILIH ERI CAHYADI: KH Tawwab Hadlory bersama pengurus FKKN Jatim dan Surabaya, dukung Eri Cahyadi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY

Disebut nonaktif sebagai ketua FKKN Surabaya, Maulana menepis. “Nonaktif bagaimana? Dia menonaktifkan kan ketika saya mendukung Pak Machfud, sementara Pak Kiai Tawwab kan mendukung Pak Eri,” katanya.

Jadi sebelumnya tidak nonaktif? “Oh ndak, ndak! Ketika saya dianggap tidak mengikuti pilihan beliau, terus kemudian saya dinonaktifkan,” katanya.

Namun Maulana menyebut hal itu lumrah karena dilatarbelakangi beda pilihan. Dia juga tetap menganggap Kiai Tawwab sebagai figurnya, dan orang tua yang harus dihormati.

“Saya tidak ingin membalas beliau, karena memang ini sebuah pilihan. Nah, sebuah pilihan itu bukan hal dosa, lumrah,” ujarnya.

Soal dukungan yang dianggap Kiai Tawwab sebagai pribadi dan bukan cerminan institusi FKKN, Maulana menyatakan ketidaksetujuannya.

“Oh tidak, tidak setuju. Nyatanya yang hadir sekarang antara 200-250. Mereka Teman-teman imam masjid, mubaligh, guru ngaji, itu bagian dari FKKN Surabaya,” tuntasnya.

DUKUNG MACHFUD ARIFIN: Forum Kiai Kampung kubu Maulana Ischak silaturahim dengan Machfud Arifin. | Foto: Barometerjatim.com/ANDRIAN
DUKUNG MACHFUD ARIFIN: Forum Kiai Kampung kubu Maulana Ischak silaturahim dengan Machfud Arifin. | Foto: Barometerjatim.com/ANDRIAN

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya