Satu Kandidat Ketua Ansor Surabaya Mundur! Ada Tekanan?

ADA TEKANAN?: Muhammad Mundir pilih tak maju pencalonan ketua GP Ansor Surabaya, alihkan dukungan ke kandidat lain. | Foto: IST
ADA TEKANAN?: Muhammad Mundir pilih tak maju pencalonan ketua GP Ansor Surabaya, alihkan dukungan ke kandidat lain. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Jelang pendaftaran, satu kandidat memilih tak meneruskan langkah maju pencalonan ketua PC GP Ansor Surabaya. Kandidat tersebut yakni Muhammad Mundir alias Gus Mundir yang saat ini ketua Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor.

Adakah tekanan? Isu yang berkembang, Mundir mundur untuk mengalihkan dukungan ke petahana Faridz Afif untuk kembali memimpin Ansor Surabaya lewat Konferensi Cabang (Konfercab) , Minggu (28/2/2021). Namun pria yang masih keluarga Ponpes Nurul Huda, Sencaki, Surabaya itu tegas membantah.

Justru, keputusannya mundur untuk mendukung kandidat lainnya, Abdul Holil melawan petahana. Mundir bahkan akan turut mengantar sekretaris GP Ansor Surabaya itu saat mendaftar sebagai calon, Jumat (26/2/2021).

“Melihat dukungan di bawah yang mengerucut pada sosok Abdul Holil, saya pun tak bisa mengabaikan aspirasi arus bawah tersebut,” kata Mundir, Kamis (25/2/2021).

“Karena itu, saya putuskan mundur dari pencalonan untuk memberi kesempatan kepada sahabat Abdul Holil yang lebih layak. Saya lahir batin mendukung sahabat Holil,” sambungnya.

Mundir mengaku, awalnya memang mendapat dukungan dari beberapa pengurus ranting dan PAC untuk mencalonkan diri. Saat itu calon yang muncul baru petahana, sehingga sempat muncul isu aklamasi.

“Setelah sahabat Holil menyatakan kesediaan maju sebagai kandidat ketua. Saya sebagai junior pun memilih mundur, karena secara kapasitas dan dukungan beliau lebih unggul,” tandasnya.

Pilihannya berkoalisi dengan Holil, lanjut Mundir, sudah melalui pertimbangan yang matang. Sebab, Holil tidak hanya mendapat dukungan mayoritas kader Ansor tapi juga direstui para kiai.

“Mendukung sahabat Holil adalah bentuk ikhtiar untuk membawa GP Ansor Surabaya lebih baik, santun, dan bermartabat,” katanya.

“Soal beda pilihan adalah dinamika biasa dalam organisasi. Jangan beda, lalu dianggap musuh dan pengkhianat. Prinsipnya semua adalah sahabat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mundir menyatakan kesiapannya maju melawan petahana setelah namanya dimunculkan Ketua PAC GP Ansor Tambaksari, Choirul Anam.

“Pada prinsipnya saya berterima kasih karena diberi kepercayaan. Soal kesiapan, ya jika memang diamanatkan saya siap. Saya niatkan semuanya untuk berkhidmat, itu saja,” katanya.

» Baca Berita Terkait Ansor Surabaya