Ringankan APBD, Bappeda Jatim Gandeng Forum CSR dan NGO

KONTRIBUSI KE JATIM: Ikmal Putra, meminta perusahaan CSR dan NGO berkontribusi dalam pembangunan di Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/IST
KONTRIBUSI KE JATIM: Ikmal Putra, meminta perusahaan CSR dan NGO berkontribusi dalam pembangunan di Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jatim menggelar pertemuan dengan Forum CSR (Corporate Social Responsibility) Jatim, NGO (Non-Governmental Organization), dan lembaga UN (United Nations) di Hotel Bumi Surabaya, Selasa (27/4/2021).

Lewat forum koordinasi kemitraan pembangunan tersebut, diharapkan para perusahaan CSR, NGO, dan lembaga UN bisa saling sinergi dalam mendukung pembangunan di Jatim dengan target meringankan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah).

“Ini adalah pembiayaan alternatif. Jadi pembiayaan pembangunan non-APBD, non-APBN yang dikoordinasikan dengan NGO, UN, maupun forum perusahaan CSR,” terang Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappeda Jatim, Ikmal Putra.

Forum koordinasi ini, lanjut Ikmal, juga untuk mempertemukan NGO dengan perusahaan CSR dan menyampaikan apa yang menjadi prioritas Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam pembangunan.

Karena itu, NGO, lembaga UN, maupun forum perusahaan CSR, diharapkan mampu mendukung kinerja utama gubernur. “Meminta mereka berkontribusi dalam pembangunan di Jatim,” tandas Ikmal.

Ikmal menambahkan, dalam forum kemitraan yang sudah dimulai sejak lima tahun lalu tersebut, ada lebih dari 10 NGO dan lembaga rata-rata level internasional seperti Unicef, serta dan 40 perusahaan CSR yang bergabung.

Goals-nya adalah terjadi sinergi antara Pemprov Jatim dengan negara donor dengan UN di Jatim dan forum CSR berkontribusi di sana,” papar Ikmal.

Mitra Pembangunan Jatim

FORUM KEMITRAAN: Bappeda Jatim gelar forum kemitraan dengan perusahaan CSR dan NGO. | Foto: Barometerjatim.com/IST
FORUM KEMITRAAN: Bappeda Jatim gelar forum kemitraan dengan perusahaan CSR dan NGO. | Foto: Barometerjatim.com/IST

Sementara itu Chief Office Unicef  Field Office Surabaya, Ermi Ndoen menyampaikan, sebagai mitra pembangunan Pemprov Jatim, Unicef memiliki misi memperjuangkan hak-hak anak agar bisa terpenuhi melalui agenda pembangunan.

“Di sini banyak teman-teman private sector yang mungkin bisa berdiskusi dengan kami, untuk bersama-sama memenuhi apa yang menjadi amanah pemerintah terutama memperjuangkan hak anak di Jatim,” ujar Ndoen.

Melalui berbagai program yang dibawa Unicef, seperti di bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan tehadap anak, ketersediaan air bersih sampai dengan kebencanaan, Ndoen berharap peserta forum bisa menjadi mitra Unicef dalam membangun Jatim.

Gayung bersambut. Dalam forum tersebut, beberapa perusahaan dan instansi tertarik untuk bergabung menjadi mitra Unicef.

“Ini berarti misi yang dibawa Pemprov Jatim dalam membuat koordinasi kemitraan tercapai, karena sebenarnya bagaimana semua berkoordinasi untuk bisa membantu Pemprov Jatim,” ucap Ndoen.

» Baca Berita Terkait Pemprov Jatim