RHU Bakal Dibuka Lagi, DPRD Surabaya Usulkan 4 Syarat

PATUHI SOP: Akmarawita Kadir, pemilik RHU tetap harus patuhi SOP terkait protokol kesehatan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PATUHI SOP: Akmarawita Kadir, pemilik RHU tetap harus patuhi SOP terkait protokol kesehatan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Komisi D DPRD Surabaya mengapresiasi upaya pemerintah kota (Pemkot), yang akan mengizinkan Rekreasi dan Hiburan Umum (RHU) buka kembali setelah setahun berhenti beroperasi akibat pandemi Covid-19.

“Mengingat tenaga kerja yang ada di dalamnya itu banyak sekali. (Selama pandemi Covid-19) mereka tidak bisa mendapatkan penghasilan,” kata Sekretaris Komisi D DPR Surabaya, Akmarawita Kadir, Sabtu (20/3/2021).

Meski demikian, Komisi D yang membidangi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat meminta pemilik RHU tetap harus memperhatikan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait protokol kesehatan.

Karena itu, politikus Partai Golkar yang akrab disapa Akmar tersebut mengusulkan empat syarat dalam penerapan SOP tersebut.

Pertama, yakni vaksinasi bagi para pegawai RHU. “Ini penting untuk menciptakan sistem kekebalan tubuh warga secara masif,” katanya.

Namun dia juga mewanti-wanti agar pemberian vaksin tidak dijadikan alasan untuk abai terhadap protokol kesehatan.

“Jadi bukan berarti dengan vaksinasi menyebabkan seseorang akan aman. Bisa saja dia menjadi OTG dengan gejala yang ringan dan itu bisa menularkan ke orang yang belum vaksin,” paparnya.

Kedua, soal sistem HEPA filter. Menurutnya, sirkulasi udara yang baik sangat penting untuk menjaga diri dari terpapar Covid-19. Maka, semua RHU di Surabaya bisa menerapkan sistem HEPA filter.

“Ini nanti persis seperti di rumah sakit. Jadi udara yang masuk dan keluar dari satu ruangan disaring terlebih dahulu, kemudian didisinfektan dengan cairan yang akan membantu melumpuhkan virus,” terangnya.

Apalagi, kata Akmar, tidak semua industri hiburan dapat dilakukan di ruang terbuka. Karena itu, udara di dalam ruangan harus terus mengalir dan steril.

“Juga seperti di pesawat itu kan tempat duduknya rapat-rapat. Di situ juga sistem HEPA filter dipakai,” ungkap adik kandung anggota Komisi III DPR RI, Adies Kadir tersebut.

Ketiga, soal penerapan 5 M menjadi syarat mutlak. “Memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi yang merupakan kepanjangan dari 5 M,” ucapnya.

Dari semua SOP, Akmar menandaskan, basisnya adalah 5 M. “Jadi bagaimana supaya pengunjung maupun pengelola itu bisa memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” ucapnya.

Kemudian untuk menghindari terjadinya kerumunan, Akmar mengusulkan kapasitas ruangan yang digunakan maksimal 50 persen. “Itu harus sudah dirancang, sehingga 50 persen ke bawah agar tidak terjadi desak-desakan di ruangan itu,” pintanya.

Keempat, soal revisi Perwali Nomor 67 Tahun 2020. Menurut Akmar, rencana membuka kembali RHU di Surabaya juga harus diiringi dengan revisi Perwali yang mengatur tentang penerapan protokol kesehatan.

“Selain dengan SOP yang lebih ketat, Perwali yang terakhir itu nomor 67, sebaiknya harus direvisi dahulu karena kalau misalnya itu tidak direvisi, maka nanti SOP tersebut akan melanggar Perwali,” tandasnya.

» Baca Berita Terkait DPRD Surabaya