Jalan Rusak akibat Galian Pipa Air, Komisi C Minta Dibongkar!

JALAN RUSAK: Komisi C DPRD Surabaya sidak Jalan Bibis Karah yang rusak akibat galian pipa air. | Foto: Barometerjatim.com/ANDRIANSYAH
JALAN RUSAK: Komisi C DPRD Surabaya sidak Jalan Bibis Karah yang rusak akibat galian pipa air. | Foto: Barometerjatim.com/ANDRIANSYAH

SURABAYA, Barometerjatim.com – Komisi C DPRD Surabaya, melakukan sidak ke Jalan Bibis Karah, Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan yang rusak akibat galian pipa air yang dikerjakan asal-asalan oleh PT Meta Adhya Tirta Umbulan (MATU).

Sebenarnya, Komisi C sudah mengundang pihak terkait untuk melakukan hearing. Dalam dengar pendapat tersebut, RT setempat menyampaikan masalah warganya disertai bukti foto.

“Tapi kita kurang puas dan harus disidak,” kata Sekretaris Komisi C DPRD Surabaya, Agoeng Prasodjo di sela melakukan sidak, Rabu (10/3/2021).

Dari hasil sidak, diketahui bahwa jalan yang rusak di Bibis Karah ini, akibat pengerjaan galian pipa air milik PT MATU. Selain itu, konstruksi jalan juga terkesan asal-asalan.

“Paving sudah diperbaiki, cuma kurang pas dan kurang puas pengerjaan konstruksinya yang hanya dikasih plat,” keluh Agoeng.

Agoeng pun meminta pihak PT MATU disaksikan RT/RW, camat, dan lurah setempat yang turut diundang dalam sidak, untuk membongkar kembali Jalan Bibis Karah yang telah dipasang pipa air.

“Saya minta dibongkar! Harus dikasih tanah lagi agar lebih padat, lalu baru diaspal,” tegas Agoeng.

Tak hanya itu, jalan yang rusak tersebut juga rawan tertimbun longsor, karena berada di bawah urukan tanah jalan tol dan posisinya terlalu mepet.

“Kita tidak ingin terjadi longsor seperti di Tol Sukomanunggal kemarin,” ungkap politikus asal Partai Golkar tersebut.

Komisi C pun turut memanggil pihak PT Jasa Marga, dan meminta agar tanah yang rawan longsor tersebut ditanami pohon. “Tadi pagi, tanah yang gundul-gundul mau dipasangi tanaman atau pohon,” katanya.

Selebihnya, wakil ketua Fraksi Golkar tersebut akan terus memonitor perbaikan jalan yang akan dikerjakan PT MATU dan Jasa Marga.

“Kalau pengerjaan tidak sesuai dengan yang diomongakan, nanti akan kita panggil lagi,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait DPRD Surabaya