PWNU Jatim: Jokowi Diundang sebagai Presiden, Bukan Capres!

UNDANG JOKOWI: KH Marzuki Mustamar saat konferensi pers di Gedung PWNU Jatim, Kamis 25/10). Jokowi diundang sebagai presiden, bukan calon presiden. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
UNDANG JOKOWI: KH Marzuki Mustamar saat konferensi pers di Gedung PWNU Jatim, Kamis 25/10). Jokowi diundang sebagai presiden. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Panitia Istighotsah Kubro PWNU Jatim memperingati Hari Santri Nasional (HSN), menyatakan telah mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta sejumlah menteri di Kabinet Kerja. Namun soal Jokowi datang atau tidak, mereka tidak bisa memastikan.

“Kalau hadir apa ndak, kita enggak tahu,” terang Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar didampingi Ketua Panitia Istighotsah Kubro, Gus Reza Ahmad Zahid serta Steering Committee (SC) Gus Abdussalam Sochib di Kantor PWNU Jatim, Kamis (25/10) malam.

Kiai Marzuki menegaskan, Jokowi diundang bukan sebagai calon presiden (Capres), tapi sebagai presiden, terlebih yang menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (HSN).

• Baca: Undang Jokowi, PWNU Jatim Tepis Istighotsah Kubro Politis

“Presiden yang menetapkan Hari Santri sebagai hadiah, sebagai penghargaan kepada NU dan pejuang-pejuang NU. Rasanya enggak baik dari rasa kemanusiaan, orang yang berjasa memberi hadiah ini lalu enggak kita undang,” jelasnya.

Menurut Kiai Marzuki, ini bukan soal nama. Bahkan pada peringatan HSN berikutnya, siapapun yang terpilih menjadi presiden hasil Pilpres 2019, baik Jokowi atau Prabowo Subianto, tetap diundang.

“Kenapa presiden yang diundang? Karena yang menetapkan Hari Santri itu presiden, dan itu bukan karena dia nyalon atau tidak nyalon. Sekali lagi presidennya (yang diundang), bukan sebagai Capres,” tegasnya.

Tokoh-tokoh Penting

Selain Jokowi, tokoh-tokoh penting di Jatim juga turut diundang, termasuk Gubernur Soekarwo dan jajaran Pemprov Jatim serta Gubernur terpilih Khofifah Indar Parawansa.

“Kita juga undang PBNU, kalau hadir semua alhamdulillah. Hadir semua itu mulai level paling tinggi mustasyar, kemudian rais aam, baru Ketum,” katanya.

Andai yang hadir hanya Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, menurut Kiai Marzuki tak masalah. Begitu pula andai yang hadir Ketum PBNU dan Rais Aam, KH Miftachul Akhyar juga tidak apa-apa.

• Baca: Sekjen JKSN: Istighotsah Kubro PWNU Jatim Acara Samar

“Andai yang hadir Ketum sama mustasyar Kiai Ma’ruf juga gak apa-apa. Jadi besok itu Kiai Ma’ruf datang apa enggak, itu urusan PBNU,” ucapnya.

Seperti diberitakan, istighotsah kubro dan kirab santri memperingati HSN 2018 akan digelar di Gelora Delra, Sidoarjo, 28 Oktober. Tanggal pelaksanaan ini mundur sepekan dari rencana awal 21 Oktober.