Sekjen JKSN: Istighotsah Kubro PWNU Jatim Acara Samar

BARISAN PENDUKUNG JOKOWI: Gus Hans (kanan) bersama Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin saat deklarasi JKS di Pacet, Mojokerto, Sabtu (6/10). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
DEKLARASI JKSN: Gus Hans (kanan) bersama Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir saat deklarasi JKS di Pacet, Mojokerto, Sabtu (6/10). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, lewat Ketua Panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2018, Gus Reza Ahmad Zahid menegaskan tak ada kepentingan politik terkait Pilpres 2019 dalam istighotsah kubro di GOR Delta Sidoarjo, Minggu (21/10) mendatang.

Meski demikian, kehadiran KH Ma’ruf Amin yang menyandang status Cawapres — dan bukan lagi rais aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) — bersama Capres pasangannya, Joko Widodo (Jokowi) tetap dipandang beraroma politis.

“Ini kan banyak asumsi yang mengatakan, apa kaitannya antara Kiai Ma’ruf yang bukan lagi rais aam kok hadir bareng dengan Pak Jokowi,” tutur Sekjen Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN), KH Zahrul Azhar As’ad saat dihubungi Barometerjatim.com, Jumat (12/10).

• Baca: Undang Jokowi, PWNU Jatim Tepis Istighotsah Kubro Politis

“Orang awam pun insyaallah sudah paham, kalau (istighotsah kubro yang akan digelar PWNU Jatim) itu ada unsur ke sana (politis),” tambah kiai muda yang akrab disapa Gus Hans tersebut.

Saat ditanya, apakah JKSN sebagai gerakan NU kultural pendukung Jokowi-Kiai Ma’ruf akan menghadiri acara yang sifatnya terbuka tersebut, Gus Hans menegaskan organisasinya hanya akan menghadiri acara yang mendukung Jokowi-Kiai Ma’ruf secara terang, bukan samar.

“JKSN tidak akan menghadiri acara yang masih samar. Kan ndak jelas itu, katanya bukan kegiatan politik tapi Kiai Ma’ruf hadir bersama Pak Jokowi. JKSN ingin memberikan contoh yang baik, kalau politik ayo bermain di rel politik. Jangan bawa-bawa lembaga (NU),” paparnya.

• Baca: Darurat Bencana, PWNU Gelar Istighotsah Kubro di Hari Santri

Bagi Gus Hans, acara PWNU Jatim tersebut belum clear, antara murni istighotsah kubro dan politis. “Kalau JKSN kan memang confirm di bidang politik praktis untuk pemenangan Pak Jokowi-Kiai Ma’ruf,” tandasnya.

Lagi pula, tambahnya, JKSN mendukung Kiai Ma’ruf pun setelah ada kepastian mundur dari rais aam untuk tetap menjaga marwah NU sebagai jamiyah.

“Kalau tidak mundur, JKSN tidak akan mendukung. Kita punya value, gerakan kita tak boleh mencampuradukkan antara lembaga (NU) dengan kegiatan politik praktis,” tegas pengasuh Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang tersebut.

» Baca Berita Terkait: Gus Hans, PWNU Jatim, Pilpres 2019