PWNU: Demo Mahasiswa Murni Apa? Wong Teriaknya Revolusi!

DEMO TAK MURNI: KH Marzuki Mustamar (tengah) nilai demo mahasiswa tak murni. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DEMO TAK MURNI: KH Marzuki Mustamar (tengah) nilai demo mahasiswa tak murni. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim tak sependapat, kalau demonstrasi besar-besaran mahasiswa menolak pengesahan RKUHP, revisi UU KPK, serta RUU lainnya disebut murni.

“Murni apa? Wong bengak-bengoknya (meneriakkan) revolusi kok! Sampeyan ae ngarani (pertanyaan wartawan saja yang bilang) murni,” kata Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar di Surabaya, Selasa (24/9/2019) sore.

“Awalnya mereka menolak RUU, tapi membabi buta, sampai akhirnya yel-yelnya: Revolusi.. revolusi.. revolusi.. Itu kan ketoro banget (kelihatan sekali) ditumpangi,” tandasnya.

Bagi NU, papar Kiai Marzuki, negara memang harus diurus. Penegakan hukum harus jelas, begitu pula soal pemberantasan korupsi. Namun semangat seperti itu kadang ditumpangi kepentingan asing.

“Ditumpangi ideologi tertentu. Nah, kita tidak tahu ideologi tertentu menyelinap begitu saja, dan itu merusak bangsa, mengancam kedaulatan negara,” kata Kiai Marzuki.

Agar ideologinya laku, mereka nebeng lewat isu-isu baru, misalnya antikorupsi dan seterusnya. “Bagi kami antikorupsi yes! Tapi antiradikalisme juga yes!” tegasnya.

“Penegakan hukum yes, tapi harus waspada masuknya ideologi-ideologi gerakan dan itu dikendalikan asing,” sambungnya.

Karena itu, kata Kiai Marzuki, anak bangsa harus sadar, harus mandiri, berdikari dalam pemberantasan korupsi, penegakan hukum, begitu pula dengan keadilan.

“Jangan sampai untuk itu saja kita harus disetir asing, didanai asing, atau oleh orang dalam negeri tapi sejatinya itu jaringan asing. Kita enggak mau begitu,” paparnya.

Kiai Marzuki berharap, pikiran seperti ini tidak hanya diterima Nahdliyin (warga NU), tapi oleh semua pihak bahwa menjaga kedaulatan negara itu penting.

“Jangan hanya untuk isu penegakan hukum, antikorupsi, kita harus kehilangan jatidiri bangsa, kedaulatan negara terancam, jangan sampai!” tegasnya.

» Baca Berita Terkait Jokowi, PWNU Jatim