Positif Corona di Jatim Jelang Ramadhan: Tambah 34 Jadi 637

MASIH MELONJAK: Khofifah, jelang Ramadhan virus Corona kian mewabah di Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
MASIH MELONJAK: Khofifah, jelang Ramadhan virus Corona kian mewabah di Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Jelang bulan suci Ramadhan, 24 April 2020, wabah virus Corona (Covid-19) di Jatim terus melonjak. Dari data yang di-update Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, pasien positif menjadi 637 kasus.

“Ada tambahan baru, 34 yang terkonfirmasi positif Covid-19,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (22/4/2020) malam.

Dari 637 kasus tersebut, 112 (17,58 persen) pasien tercatat sembuh, 465 (73,00 persen) dirawat dan 60 (9,42 persen) meninggal dunia. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 2.339 dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 17.336.

“Hari ini yang sembuh ada 11 orang. Satu dari Lamongan, dua dari Gresik, lima dari Surabaya, satu dari Madiun, dan dua dari Kota Kediri,” kata Khofifah.

“Sebaliknya, hari ini kita juga menyatakan duka cita ada dua orang yang meninggal. Satu dari Lamongan dan satu dari Surabaya,” sambungnya.

Sementara update dari total desa dan kelurahan yang telah memiliki ruang observasi, jumlah yang dikarantina kini menjadi 2.161. “Tambahannya cukup signifikan,” ucap Khofifah.

Jumlah tersebut, tandas Khofifah, menunjukkan kalau ruang observasi mulai menerima masyarakat yang pulang dari daerah-daerah episentrum. Ada 367 yang sudah dipakai atau setara dengan 86,3 persen.

“Kabupaten Probolingo rupanya cukup banyak yang terkonfirmasi oleh masyarakat, sehingga mereka melakukan karantina, sudah 1.165. Terbesar kedua Magetan 469, disusul Bojonegoro 167, Jember 130 dan Jombang 113,” paparnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona