Pilkada Ditunda, Ini Calon yang Diuntungkan Versi Gus Hans

PERANGI BAHAYA NARKOBA: Gus Hans, andalkan social capital ketimbang financial capital. | Foto: Barometerjatim/ROY HS
PERANGI BAHAYA NARKOBA: Gus Hans, andalkan social capital ketimbang financial capital. | Foto: Barometerjatim/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pilkada serentak 2020, termasuk Pilwali Surabaya ditunda karena pandemi Corona (Covid-19). Tinggal KPU, Kemendagri, dan DPR RI menuntukan opsi batas penundaan. Apakah pemungutan suara digelar 9 Desember 2020, 17 Maret 2021 atau 29 September 2021.

Di luar urusan kemanusiaan, menilik waktu yang semakin panjang, bisa jadi konstelasi politik berubah, bahkan menjungkir balik elektabilitas para kandidat. Termasuk pula kian menguras logistik untuk memperpanjang kebutuhan sosialisasi.

“Pasti ada (perubahan konstelasi). Politik itu kan minute by minute. Apalagi dengan jangka waktu yang lama. Kalau misalnya bergeser di opsi B, Maret 2021, kalau bicara Surabaya, konstelasi politik pasti berubah,” kata kandidat di Pilwali Surabaya, Zahrul Azhar Asumta, Selasa (31/3/2020).

Sebab, lanjut ‘kiai milenial’ yang akrab disapa Gus Hans itu, tidak ada lagi misalnya incumbent mendukung calon tertentu, karena masa jabatannya berakhir Februari 2021.

“Sekarang ini kan masih ada yang diindikasikan menggunakan posisi itu, dan saya kira tidak elok, justru masyarakat malah antipati,” katanya.

“Apalagi kalau orang yang memanfaatkan uang negara untuk kepentingan pribadi dalam kontestasi dengan mengatasnamakan bencana, saya yakin masyarakat tidak simpati. Dia sedang menggali lubang sendiri,” sambungnya.

Jadi penundaan Pilkada ini tidak menguntungkan incumbent atau calon yang didukung incumbent?

“Kalau diubahnya di opsi B, maka akan berdampak negatif pada calon yang selama ini mengandalkan kekuasaan yang existing, termasuk orang-orang yang mengandalkan logistik,” katanya.

Sebaliknya, menurut Gus Hans, yang diuntungkan adalah kandidat yang memiliki social capital atau modal sosial dan sudah tertanam di masyaraat. “Itu baru opsi B, apalagi sampai masuk opsi C,” tandasnya.

Gus Hans sendiri tidak masalah Pilkada mau ditunda sampai kapan pun, karena selama ini dirinya memang tidak mengandalkan financial capital atau modal logistik.

“Diundur atau tidak, tidak berpengaruh dalam proses saya, karena saya tidak mengandalkan financial capital tapi lebih ke arah social capital yang saya bangun jauh sebelumnya,” ucapnya.

“Sehingga, menurut saya, mau ditunda kapan pun, insyaallah tidak akan mengubah komitmen mereka (calon pemilih) kepada saya. Jadi saya tidak punya beban,” imbuhnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya