Perkuat SDM, Khofifah Siapkan Asrama dari APBD di Ponpes

ASRAMA PONPES DIBIAYAI APBD: Khofifah berkunjung ke Ponpes Ponpes Attaroqqi Karongan, Tangumung, Sampang, Madura asuhan KH Fauroq Alawi, Senin (10/9). | Foto: Barometerjatim.com/MARJAN AP
KUNUNGAN KE SAMPANG: Khofifah berkunjung ke Ponpes Ponpes Attaroqqi Karongan, Tangumung, Sampang, Madura asuhan KH Fauroq Alawi, Senin (10/9). | Foto: Barometerjatim.com/MARJAN AP

SAMPANG, Barometerjatim.com – Terobosan brilian disiapkan Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa dalam memperkuat SDM, sekaligus pelayanan pendidikan dan pengasuhan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Jatim.

Khofifah ingin ada bangunan atau asrama di pondok pesantren (Ponpes) yang dibangun oleh Pemprov Jatim untuk menitipkan anak-anak dari lima elemen keluarga kurang mampu: Nelayan, petani, yatim piatu, buruh panggul dan TKW.

“Kita titip anak-anak itu, lulusan SD, kita ingin mereka dapat pendidikan dan pengasuhan yang baik, anak-anak ini semua akan dibeasiswai oleh APBD provinsi,” kata Khofifah saat kunjungan ke Ponpes Attaroqqi Karongan, Tangumung, Sampang, Madura asuhan KH Fauroq Alawi, Senin (10/9).

• Baca: Sambut Industri 4.0, Khofifah: Jatim Punya 2 Modal Besar

Langkah Khofifah tersebut sudah didiskusikan dengan tim Pemprov, serta disampaikan ke Gubernur Jatim, Soekarwo. Bahkan anggaran pembangunannya sudah masuk plotting RAPBD 2019. Sebagai langkah awal, pada 2019 akan diuji coba satu pesantren di daerah pesisir dengan 100 anak.

Insyaallah pelantikan Februari 2019, tapi kami sudah menjadi bagian yang ikut berproses dalam penyusunan RAPBD 2019. Kami mohon supaya titik-titik itu bisa kita sinergikan dari awal,” katanya.

Menurut Khofifah, langkah ini sekaligus harapan semua pihak dalam menyisir anak-anak dari keluarga kurang mampu, agar mereka tetap mendapat pendidikan dan pengasuhan yang baik.

Pendidikan Tergaransi

Selain itu, salah satu program dalam Nawa Bhati Satya juga terdapat poin mendirikan rumah pengasuhan berbasis pesantren. Harapannya, pendidikan mereka tergaransi karena berada di pesantren, kemudian pengasuhannya juga lebih baik. Apalagi tidak semua orang tua memiliki kemampuan parenting.

“Kalau di Ponpes semua sudah mendapatkan pendidikan yang baik, tetapi pengasuhan yang tidak mereka dapatkan di rumah, kita ingin mereka temukan di Ponpes,” katanya.

Mereka, lanjut Khofifah, “Kita ambil anak-anaknya, diasuh di Ponpes, supaya pendidikannya dapat, pengasuhannya dapat, maka ini akan menjadi bagian dari penguatan SDM Jatim yang akan datang.”

• Baca: Atasi Kemiskinan Perdesaan, Khofifah Siapkan Klinik BUMDes

Terobosan Khofifah ini sekaligus buah dari perjalanannya saat ditugasi Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berkeliling selama dua tahun ke enam negara bagian di Malaysia.

“Beliau ingin saya bisa melihat, bagaimana cara Malaysia memberikan pendidikan pada anak-anak Melayu, terutama anak petani dan nelayan yang kurang mampu,” ucapnya.

Intinya, anak petani maupun nelayan kurang mampu harus dalam pengasuhan yang menggaransi bahwa pendidikan mereka survive. Tidak, misalnya, terkendala musim lalu anak nelayan diajak melaut dan drop out. Atau musim panen anak petani diajak bertani lalu drop out.