Perempuan PKB Jatim: Negara Jangan Abai Kelompok Rentan!

MOMEN HARI KARTINI: Perempuan Bangsa Jatim kunjungi dan berbagi di Panti Lansia Griya Wreda. | Foto: Barometerjatim.com/ANDRIAN
MOMEN HARI KARTINI: Perempuan Bangsa Jatim kunjungi dan berbagi di Panti Lansia Griya Wreda. | Foto: Barometerjatim.com/ANDRIAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Memperingati Hari Kartini 21 April, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Jatim — organisasi sayap perempuan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) — mengunjungi panti lansia di UPTD Griya Werdha Jambangan, Surabaya, Rabu (21/4/2021).

Selain diwarnai dengan bagi-bagi takjil dan bingkisan, kunjungan ini sekaligus bagian dari penguatan perlindungan terhadap kelompok rentan, seperti perempuan, lansia, difabel, dan anak-anak saat terjadi bencana.

“Hari ini kan momennya Kartinian, peringatan Hari Kartini. Perempuan Bangsa Jatim mengambil tema perlindungan terhadap kelomok rentan dalam situasi bencana,” kata Ketua DPW Perempuan Bangsa Jatim, Hikmah Bafaqih.

Dia mencontohkan bencana gempa yang baru-baru ini terjadi di Malang, Lumajang, Tulungagung, Trenggalek, ternyata dari 10 korban meninggal sembilan dari kelompok lansia. Begitu pula saat terjadi gempa di Lombok.

Tak hanya bencaa alam, lanjut Hikmah, bencana sosial seperti radikalisme ekstrem juga menyertakan perempuan dan anak-anak. Pun saat terjadi konflik yang mengatasnamakan sumber daya alam.

“Jadi sekarang kelompok-kelompok rentan itu sangat mudah menjadi korban, potesial banget. Nah itu kan artinya negara enggak boleh abai, kita semua enggak boleh abai,” ucap Hikmah.

Lantas, apa yang harus dilakukan? “Kami ini kan mendesak lewat kekuatan fraksi kami di semua tingkatan untuk menguatkan program Katana (Keluarga Tangguh Bencana),” kata mantan ketua PW Fatayat NU Jatim itu.

Selain itu, Perempuan Bangsa Jatim akan menginisiasi untuk memastikan para keluarga rentan tersebut menerima edukasi terkait mitigasi risiko bencana.

“Jadi kalau terjadi sesuatu mereka lebih prepare ya. Kan 21 persen orang bisa selamat dari bencana karena dirinya sendiri, bukan karena relawan, bukan karena yang lain-lain,” ujarnya.

Nah, untuk mitigasi risiko yang paling tepat yakni kelompok rentan harus diedukasi. “Mereka enggak boleh jadi objek lagi, mereka harus jadi subjek untuk menyelamatkan dan menangguhkan dirinya,” katanya.

Jadi selama ini mitigasi kelompok rentan itu masih kurang? “Kurang, lemah banget. Jadi Desa Tangguh Bencana, misalnya. Basisnya kan relawan, relawan bekerja ketika bencana terjadi atau memitigasi sebelumnya. Kan kelompok rentannya malah enggak diedukasi,” ujarnya.

PEDULI BANGSA: Perempuan Bangsa Jatim, ajak lindungi kelompok rentan saat Hari Kartini. | Foto: Barometerjatim.com/ANDRIAN
PEDULI BANGSA: Perempuan Bangsa Jatim, ajak lindungi kelompok rentan saat Hari Kartini. | Foto: Barometerjatim.com/ANDRIAN

» Baca Berita Terkait PKB