Penuh Bunga! Agatha: Hidup di Surabaya Kian Sejukkan Jiwa

KESEJUKAN JIWA LEWAT BUNGA: Agatha Retnosari, Kota Surabaya penuh bunga membawa kesejukan jiwa penghuninya. | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG
KESEJUKAN JIWA LEWAT BUNGA: Agatha Retnosari, Kota Surabaya penuh bunga membawa kesejukan jiwa penghuninya. | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG

SURABAYA, Barometerjatim.com – Memasuki musim penghujan, suasana jalanan di Surabaya terlihat makin indah dan menenteramkan jiwa. Bunga-bunga Tabebuya yang mirip Pohon Sakura, berguguran menghiasi jalan-jalan utama di Kota Pahlawan.

Bunga-bunga berwarna pink, putih, dan kuning dari pohon asal Brasil itu, selama sepekan terakhir sempat viral di media sosial, setelah ada warga yang mengunggah foto jalanan di Surabaya dipenuhi bunga Tabebuya yang berguguran.

Suasana romantis karena gugurnya bunga-bunga dari pohon yang ditanam Wali Kota Suarabaya Tri Rismaharini itu membuat kagum anggota Komisi E DPRD Jatim, Agatha Retnosari.

• Baca: Kandidat Jangan Terjebak Narasi Seolah-olah Risma Sempurna

Menurutnya, di tengah kehidupan warga Surabaya yang terkadang keras, menjadi cair saat bunga-bunga Tabebuya itu berguguran. “Suasana romantis lahir dari momen tersebut,” kata Agatha, Rabu (28/11).

Keberadaan bunga-bunga tersebut, lanjut Agatha, sungguh menenteramkan jiwa warga Kota Metropolis. “Ini bisa mengurangi tingkat stres karena tekanan pekerjaan,” sambungnya.

Agatha menambahkan, bagi kota besar sekelas Surabaya dengan penduduk lebih dari 3 juta jiwa, ketika siang hari saat ada tambahan pekerja dari daerah sekitar, memang perlu banyak ruang untuk relaksasi.

• Baca: Kabag Humas Pemkot Surabaya: Tak Ada yang Usir Wartawan

Ruang terbuka hijau dan persebaran tanaman cantik di sejumlah titik di Kota Pahlawan, menjadi salah satu oase bagi warga untuk melepas beragam tekanan hidup khas masyarakat urban.

“Jika tak ada ruang untuk mengambil jeda di tengah kompetisi yang keras, tingkat stres warga akan meningkat. Masyarakat menjadi tidak bahagia, keluarga tidak bahagia, ujung-ujungnya anak-anak dirugikan,” papar politikus PDIP tersebut.

Karena itu, Agatha mengapresiasi kiprah Risma yang getol menghijaukan kotanya. “Dengan pepohonan, warga Surabaya lebih bahagia secara kejiwaan,” ujarnya.

Kota Berwawasan Lingkungan

SUASANA ROMANTIS: Bunga Tabebuya mirip Pohon Sakura berguguran di sejumlah jalanan di Kota Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG
SUASANA ROMANTIS: Bunga Tabebuya mirip Pohon Sakura berguguran di sejumlah jalanan di Kota Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG

Terawatnya taman dan pohon-pohon di Kota Pahlwan, lanjut Agatha, adalah salah satu perwujudan pembangunan kota berwawasan lingkungan.

Dia lantas teringat dengan kiprah Presiden pertama RI, Soekarno (Bung Karno) yang sangat menghargai tanaman. “Bung Karno mencintai tanaman, karena masa kecilnya yang dekat dengan alam.”

Dalam buku otobiografinya, kata Agatha, dikisahkan bagaimana masa kecil Bung Karno bersama teman-temannya yang sangat senang bila ada sebuah pohon tumbuh.

• Baca: Gaji ke-13 Tak Kunjung Cair, Bambang DH: Risma Tak Peka

“Mereka biasa bermain dari dedaunan di pohon tersebut,” kata Agatha yang kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Jatim dari Dapil Surabaya itu.

Dia mencontohkan sewaktu dibuang ke Ende oleh pemerintahan kolonial, Bung Karno menghabiskan banyak waktunya untuk berpikir tentang negara di bawah pohon sukun.

“Ketenangan hati berada di teduhnya pepohonan membuat beliau mampu menelurkan banyak gagasan besar tentang republik ini,” pungkas Agatha.

» Baca Berita Terkait Agatha, Pemkot Surabaya