Senin, 23 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Pemuda Muhammadiyah Laporkan Bupati Sidoarjo ke Polda Jatim: Ucapannya Menyesatkan!

Berita Terkait

POLISIKAN MUHDLOR: Adit Hananta Utama, sikapi pernyataan Bupati Muhdlor dengan langkah hukum. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
POLISIKAN MUHDLOR: Adit Hananta Utama, sikapi pernyataan Bupati Muhdlor dengan langkah hukum. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) memperkarakan ucapan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali yang menyebut adanya bungker senjata di salah satu masjid di wilayah Kecamatan Sedati.

Bersama ratusan kader PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sidoarjo, Pemuda Muhammadiyah melaporkan Muhdlor ke Polda Jatim sekaligus menggelar aksi demontrasi, Jumat (25/2/2022).

Ketua PDPM Sidoarjo, Adit Hananta Utama menyatakan, laporan ke Polda Jatim ini sebagai komitmen Pemuda Muhammadiyah untuk menegakkan kebenaran. Sebab, apa yang disampaikan Muhdlor dinilai menyesatkan.

“Apa yang disampaikan Gus Mudlor kita tindak lanjuti sebagai penyesatan, pembohongan publik. Ini sudah menyebarkan informasi hoaks yang harus kita sikapi dengan mengambil langkah hukum,” katanya di SPKT Polda Jatim.

Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo melaporkan Muhdlor dengan dugaan tindak pidana menyiarkan kabar atau pemberitahuan bohong. Hal itu diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Pasal 14 ayat 1 dan 2 serta Pasal 15.

Langkah hukum ini, tandas Adit, sekaligus bentuk pengingat bahwa narasi yang dibangun bupati Sidoarjo yakni adanya bungker senjata di salah satu masjid di wilayah Kecamatan Sedati adalah satu penyesatan informasi.

“Bahasa itu adalah suatu kebohongan yang luar biasa, karena setelah ditelusuri di masjid-masjid maupun diklarifikasi di Bakesbangpol Sidoarjo dan kajian dari data itu tidak benar adanya,” paparnya.

Pada dasarnya, lanjut Adit, Pemuda Muhammadiyah sepakat dengan narasi menolak berkembangnya radikalisme di Sidoarjo dan Indonesia tapi bukan dengan cara pembohongan.

“Kita sama-sama tidak sepakat dengan radikalisme dan kita sepakat bahwa NKRI adalah harga mati,” tegasnya.

Hal kedua yang sudah sangat menyakitkan, tandas Adit, yakni pernyataan Mudlor terkait berkembangnya radikalisme di dua tempat, yakni di masjid dan kampus.

“Pernyataan itu ada di dalam video yang disampaikan Gus Mudlor ini, sungguh menjadi tuduhan yang luar biasa bagi kami umat Islam, karena masjid adalah simbol umat Islam tempat kita beribadah,” pungkasnya.

KOMITMEN MUHAMMADIYAH: Adit Hananta Utama usai melaporkan Bupati Muhdlor ke Polda Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KOMITMEN MUHAMMADIYAH: Adit Hananta Utama usai melaporkan Bupati Muhdlor ke Polda Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

» Baca berita terkait Radikalisme. Baca juga tulisan terukur lainnya Abdillah HR.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -