Pemkot Surabaya Mangkir! Khofifah: Jaga Guyub Rukun

Khofifah mengecek kesiapan pasukan saat HUT ke-69 Satpol PP di Madiun. | Foto: Barometerjatim.com/abdillah hr
Khofifah mengecek kesiapan pasukan saat HUT ke-69 Satpol PP di Madiun. | Foto: Barometerjatim.com/abdillah hr

MADIUN, Barometerjatim.com – Ada pemandangan ganjil di acara HUT ke-69 Satpol PP, HUT ke-100 Pemadam Kebakaran dan HUT ke-57 Satlinmas di Alun-Alun Caruban, Kabupaten Madiun, Kamis (28/3/2019).

Dari 38 kabupaten kota di Jatim, satu-satunya yang tidak berpartisipasi mengirimkan kontingen dalam defile HUT elemen penjaga ketertiban masyarakat tersebut, hanya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Padahal, momen ini penting untuk saling memberikan penguatan, perekat kebersamaan dan persatuan di antara pemerintah daerah. “Mudah-mudahan lain waktu Surabaya bisa berkontribusi,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa usai acara.

Sebab, lanjut Khofifah, “Ini bagian dari perekat kebersamaan kita, perekat persatuan kita, dan bagaimana kita bisa menjaga di antara seluruh elemen di Jatim, termasuk Pemda-nya itu bisa guyub rukun.”

Khofifah yang hadir menjadi inspektur upacara dan lengkap mengenakan seragam Satpol PP, menekankan bahwa Satpol PP menghadapi tantangan yang cukup berat di era digital saat ini.

Lagi pula, sudah ramai terkonfirmasi bahwa merebaknya fitnah, hoaks, maupun ujaran kebencian, berpotensi mengganggu dan memecah belah integritas bangsa.

“Kita tidak ingin ada potensi disintegritas yang tidak terdeteksi, maka deteksi itu selain dilakukan oleh elemen strategis lain juga dilakukan oleh Satpol PP,” tegas mantan Menteri Sosial itu.

Terlebih, kata Khofifah, dunia global sedang diserang oleh era post truth alias era pasca kebenaran. Masyarakat diajak untuk masuk firehose of falsehood, yang dijelaskannya sebagai pipa-pipa menyebarkan kebohongan.

“Kalau ada Satpol PP kurang fasih IT, maka tugas Kasatpol PP memberikan training kepada mereka. Karena fungsi perekat kebangsaan, maka Satpol PP enggak boleh gaptek. Mereka harus menunjukkan yang benar adalah benar yang salah adalah salah,” jelasnya.

Cuaca Dijadikan Alasan

Khofifah menjadi inspektur upacara saat HUT ke-69 Satpol PP di Madiun. | Foto: Barometerjatim.com/abdillah hr
Khofifah menjadi inspektur upacara saat HUT ke-69 Satpol PP di Madiun. | Foto: Barometerjatim.com/abdillah hr

Sementara dikonfirmasi wartawan terkait ketidakhadiran di acara tersebut, Kasatpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan Pemkot Surabaya memang tidak mengirimkan kontingen ke Madiun karena cuaca tak menentu.

“Ini memang kita sedang konsentrasi mengingat cuaca yang enggak menentu. Mengingat cuaca nggak menentu ini, kita putuskan tidak bisa menghadiri acara tersebut,” dalih Irvan.

Menurutnya, wajar saja jika masing-masing wilayah punya kebijakan sendiri-sendiri, termasuk Kota Surabaya yang dipimpin Wali Kota Tri Rismaharini alias Risma tersebut.

Irvan menyebut, undangan terkait acara di Madiun ini sudah diterima Satpol PP Kota Surabaya. Namun pihaknya juga sudah mengkonfirmasi tidak bisa menghadiri acara.

“Layanan 112 banyak yang harus dilayani,” dalihnya lagi. Sehingga, tambah Irvan, harus ada pengerahan fokus petugas untuk berjaga melayani masyarakat di Kota Pahlawan.•

» Baca Berita Terkait Khofifah, Risma, Satpol PP