Pelanggan PDAM: Perbaiki Layanan, Baru Naikkan Tarif

LAYANAN BURUK: Di saat air sering mampet dan harus pakai alat bantu untuk menyedot, PDAM Lamongan masih bebani pelanggan dengan kenaikan tarif. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
LAYANAN BURUK: Di saat air sering mampet dan harus pakai alat bantu untuk menyedot, PDAM Lamongan masih bebani pelanggan dengan kenaikan tarif. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Pelayanan buruk sering dikeluhkan pelanggan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lamongan. Keluhan cukup beragam,  di antaranya kualitas air yang keruh dan sering tidak mengalir.

Padahal, mulai Oktober ini pihak PDAM Lamongan sudah memberlakukan kenaikan tarif penyesuaian, yang akan dibayar pelanggan pada November mendatang.

Widodo, salah seorang pelanggan yang tinggal di Perumahan Made, Lamongan, meminta PDAM untuk memperbaiki layanan terhadap pelanggan terlebih dahulu sebelum memberlakukan kenaikan tarif.

• Baca: Protes Air Mampat, Warga Lamongan Mandi di Kolam PDAM

Menurutnya, selama ini layanan air PDAM tidak pernah mengalir kalau tidak disedot memakai alat bantu pompa air di rumah pelanggan.

“Sering mampet, seminggu paling ngalir cuma dua kali, dan harus pakai alat bantu (pompa air) untuk nyedot agar bisa dapat air. Kalau tidak begitu gak dapat air,” kata Widodo kepada Barometerjatim.com, Rabu (17/10).

• Baca: Akhirnya, Banser dan Khatib Shalat Jumat Provokatif Islah!

Selain itu, dia juga menyebutkan banyak warga yang tinggal di kompleksnya mengeluhkan kualitas air PDAM keruh dan tidak layak konsumsi. Padahal saat ini musim kemarau dan warga sangat membutuhkan air bersih.

“Beberapa kali air PDAM keluar, tapi keruh dan kotor, pokokya tidak layak lah. Padahal air itu sangat dibutuhkan,” terangnya.

Janji Perbaiki Layanan

Di sisi lain, Direktur PDAM Lamongan, Ali Mahfudzi menuturkan, penyesuaian tarif dari semula Rp 39.000/10 M3 menjadi Rp 46.500/10 M3 di antaranya juga untuk peningkatan pelayan bagi pelanggan. Bukan semata-mata mencari keuntungan.

“Sudah lima tahun terakhir ini tidak ada penyesuaian tarif,” katanya saat konferensi pers, Rabu (03/10).

• Baca: Renovasi Belum Kelar, Markas Persela Lamongan Terbakar

Dia menyampaikan, pemberlakuan kenaikan tarif penyesuaian untuk pengembangan business plan termasuk peningkatan layanan terhadap konsumen atau pelanggan.

“Pihak manajemen berjanji untuk terus memperbaiki layanan dan kualitas air, sebagai konsekuensi pemberlakuan kenaikan tarif air,” tandasnya.