Senin, 04 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Peduli Anak Berkebutuhan Khusus, Mulai Tahun Ini Pemkot Surabaya Buka TK Inklusi

Berita Terkait

ILUSTRASI: TK Inklusi, wujud memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
ILUSTRASI: TK Inklusi, wujud memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Mulai tahun ini, Pemkot Surabaya akan membuka TK inklusi di dua sekolah untuk memberikan fasilitas yang terbaik bagi anak berkebutuhan khusus di Kota Pahlawan.

Dua TK tersebut yakni, TK Negeri Pembina Jalan Jemursari Timur 1A, Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo dan TK Negeri Pembina 2 Jalan Pucang Jajar 10A, Kertajaya, Kecamatan Gubeng.

“Pendaftaran Sekolah TK inklusi mulai tahun ajaran baru ini, yaitu mulai 1-8 Juni 2022 melalui online,” kata Bunda PAUD Surabaya, Rini Indriyani seusai melakukan pembinaan kepada para guru pendamping TK Negeri, Senin (23/5/2022).

Menurut Rini, TK inklusi ini untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga Surabaya. Apalagi selama ini SD dan SMP inklusi sudah ada dan berjalan dengan baik di Surabaya, namun untuk jenjang TK belum ada.

“Kita berharap dengan adanya sekolah TK inklusi ini pembinaan dan pendampingannya benar-benar dimulai sejak dini, sehingga anak-anak hebat ini bisa terfasilitasi sedini mungkin, karena kalau tidak difasilitasi akan repot ke depannya,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Rini, dengan adanya TK inklusi ini diharapkan para orang tua lebih paham dan mengetahui betul tentang kondisi anaknya yang memiliki kelebihan khusus, sehingga tumbuh kembang si anak itu tetap bisa terkontrol.

“Jadi, monggo bapak atau ibu yang memiliki anak istimewa untuk daftar ke sekolah TK inklusi ini,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh memastikan bahwa Pemkot sudah menyiapkan berbagai kebutuhan dan fasilitas untuk membuka TK inklusi ini, termasuk para guru pendamping khusus.

“Tentu anak-anak yang sekolah di sini nanti anak berkebutuhan khusus yang masuk kategori ringan, karena kalau yang berat pasti ke SLB (Sekolah Luar Biasa),” kata Yusuf.

Makanya, dengan adanya pendampingan khusus dari para guru, diharapkan anak-anak ini bisa berinteraksi dengan anak-anak normal lainnya dan tidak ada skat antara anak yang normal dengan anak yang memiliki keistimewaan.

» Baca berita terkait PAUD. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -