PDIP Buka Penjaringan, Gus Hans Ikuti Mekanisme Golkar

IKUTI GOLKAR: Gus Hans, ikuti mekanisme dalam penjaringan bakal calon wali kota Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
IKUTI GOLKAR: Gus Hans, ikuti mekanisme dalam penjaringan bakal calon wali kota Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tiga orang dekat Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa berpeluang maju di Pilwali Surabaya 2020. Yakni Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans, Dwi Astuti dan Lia Istifhama.

Bedanya, Gus Hans memilih trek wali kota, sedangkan Dwi dan Lia di jalur wakil wali kota. Bahkan kedua perempuan tersebut sudah mendaftar penjaringan bakal calon wakil wali kota (Bacawawali) yang digelar PDIP.

Akankah Gus Hans menyusul ikut penjaringan PDIP? “Saya bukan seperti yang lain yang tidak punya partai,” katanya usai ngobrol santai soal Surabaya di Rumah Makan Bebek Goreng Harissa Merr, Kamis (12/9/2019).

Kalau tidak berpartai, lanjut Gus Hans, “Bisa saja datang kemana-mana tidak ada beban. Saya ini wakil ketua Golkar Jatim, pengurus harian, sehingga yang saya lakukan memiliki konsekuensi politik.”

Karena itu, ketika akan melangkah, Gus Hans terikat mekanisme di Golkar. “Jadi kalau ditanyakan ada yang ke teman-teman PDIP dan sebagainya, ya memang tidak punya partai mereka,” ujarnya.

“Dia datang ke sana tidak masalah. Kalau saya belum bisa, karena saya harus komunikasi dulu dengan pimpinan saya,” tandasnya.

Di sisi lain, sejak penjaringan Pilwali Surabaya 2020 dibuka 5 September lalu, sudah 12 orang yang mengambil formulir sebagai bakal calon wali kota (Bacawali) dan Bacawawali.

Mereka yang mengambil formulir melalui DPC PDIP Surabaya, tercatat ada tujuh orang, yakni Whisnu Sakti Buana, Armuji, Eddy Tarmidi, Chrisman Hadi, Sutjipto Joe Angga, Dyah Katarina, dan Anugrah Ariyadi.

Sedangkan yang mengambil formulir melalui DPD PDIP Jatim ada lima orang, tiga di antaranya yakni Mega Tjandra, Dwi Asutik dan Lia Istifhama.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya, Gus Hans