Patah Ban di Juanda, Airfast Batal Terbang ke Bawean

BATAL TAKE OFF: Pesawat carter Airfast Indonesia mengalami patah ban di taxway Bandara International Juanda Surabaya | Foto: IST
BATAL TAKE OFF: Pesawat carter Airfast Indonesia mengalami patah ban di taxway Bandara International Juanda Surabaya | Foto: IST

SIDOARJO, Barometerjatim.com –  Hendak take off ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, pesawat carter Airfast Indonesia mengalami patah ban di taxiway (landasan ancang) Bandara International Juanda Surabaya di Sidoarjo, Rabu (28/11) siang. Tak ada korban jiwa dalam insiden itu.

Humas PT Angkasa Pura I Juanda, Yuristo Ardi Hanggoro mengatakan, pasca kejadian, lima orang penumpang selamat dan langsung dievakuasi ke terminal penumpang. “Semuanya minta refund (pengembalian dana) tanpa harus menunggu penerbangan selanjutnya,” katanya.

Yuristo menjelaskan, insiden patah ban yang dialami pesawat carter rute Surabaya-Bawean itu terjadi ketika berjalan dari apron (lokasi parkir) menuju runway bandara.

• Baca: 175 Pengungsi Korban Gempa Palu-Donggala Tiba di Juanda

Namu saat berada di taxiway (posisi antara apron dan runway) sekitar pukul 12.00 WIB, terjadi kecelakaan. “Pesawat akan take off dan sudah bergerak dari apron menuju runway,” katanya.

Karena mengalami patah ban, penerbangan Airfast Indonesia itupun akhirnya dibatalkan. “Karena di taxiway, jadi tidak mengganggu aktivitas pesawat di bandara,” katanya.

• Baca: Ombak di Kolam Renang, BMKG Jatim: Tak Ada Sinyal Gempa

Memang, masih kata Yuristo, sempat terjadi penutupan jalur di taxiway. Tapi tidak mengganggu jalur runway karena di Bandara Juanda ada beberapa taxiway yang masih bisa digunakan.

Jika satu ditutup, kata Yuristo, jalur yang lain masih bisa difungsikan untuk take off maupun landing pesawat. “Sehingga kedatangan dan keberangkatan pesawat tetap berjalan, tidak ada hambatan,” pungkasnya.

» Baca Berita Terkait Juanda, Bawean