175 Pengungsi Korban Gempa Palu-Donggala Tiba di Juanda

PENGUNGSI KORBAN GEMPA: Pengungsi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala tiba di Bandara Internasional Juanda, Rabu (3/10) malam. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
PENGUNGSI KORBAN GEMPA: Pengungsi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala tiba di Bandara Internasional Juanda, Rabu (3/10) malam. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SIDOARJO, Barometerjatim.com – 175 pengungsi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) tiba di Bandara Internasional Juanda, Rabu (3/10) malam. Mereka sebagian besar berasal dari Jatim, beberapa di antaranya dari Jateng.

Para pengungsi tersebut tiba sekitar pukul 19.30 WIB dengan pesawat Hercules A 1337 milik TNI AU dari Palu. Kedatangannya disambut Kasrem 084/BJ, Dandim 0816 Sidoarjo dan Kadisops Lanud. Setelahnya dilakukan pendataan di Base Ops Lanudal Juanda.

Kasrem 084 Bhaskara Jaya, Letkol ARM Aprianko Suseno menjelaskan, sebagian besar dari pengungsi ada yang langsung dijemput sanak saudaranya di Juanda. Ada pula yang diantar ke Terminal Purabaya, Bungurasih.

• Baca: Ombak di Kolam Renang, BMKG Jatim: Tak Ada Sinyal Gempa

Mereka diantar menggunakan dua truk milik Polres Sidoarjo dan milik Lanud Surabaya, satu truk Kodim, serta bus milik Lanudal Juanda setelah dilakukan pendataan. Sedangkan dua pengungsi dibawa menuju RSUD Sidoarjo lantaran patah tulang.

“Jadi, kami data dulu, setelah itu mereka ada yang dijemput, ada juga yang langsung ke Terminal Bungurasih. Hanya saja masih ada beberapa orang yang terpaksa bermalam di sini,” terang Aprianko di Mess Bhaskara Jaya, Juanda.

Pengungsi yang bermalam sebanyak 20 orang. Rencananya besok pagi akan diantar pulang oleh pihak TNI ke Terminal Bungurasih dengan tujuan Kabupaten Lamongan, Tuban dan Solo.

• Baca: Lamongan Siapkan 27 Truk Bantuan ke Palu dan Donggala

“Mereka yang masih punya uang kebanyakan sudah langsung pulang, bahkan ada yang langsung ke Terminal Bungurasih. Sedangkan mereka yang masih tetap di sini ada yang tidak punya ongkos,” katanya.

“Enggak apa-apa mereka bermalam di sini. Besok pagi, mereka akan kita antar ke terminal sekaligus memberikan ongkos kepada mereka.”

Teruskan Usaha

BERMALAM: 20 pengungsi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala bermalam dan besok pagi baru pulang. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
BERMALAM: 20 pengungsi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala bermalam dan besok pagi baru pulang. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

Joko Waluyo, 34 tahun, pengungsi asal Boyolali, Jawa Tengah, terlihat gembira bisa selamat dan berkumpul kembali dengan keluarga. Dia menuturkan harus berjuang menyelamatkan kedua anak dan istrinya dari tsunami dan gempa sejak Jumat lalu.

“Suasana di sana sangat mencekam. Sering terjadi gempa susulan setiap jamnya,” ungkap Joko yang terlihat lelah saat ditemui di Mess Bhaskara Juanda.

• Baca: Gempa Donggala, Kemensos Gerak Cepat Kirim Logistik

Rencananya, dia akan pulang ke Boyolali dan akan meneruskan jualan roti, usaha yang digelutinya sejak tinggal di Kelurahan Talise, Palu.

“Rumah di sana hancur, beberapa hari ini saya dan keluarga hanya tidur di lapangan sembari merasakan getaran gempa. Makanya, saya pilih balik ke Boyolali untuk kembali berjualan,” ucapnya.