Pacu Penjualan, IKM Jatim Disarankan Kantongi Izin BPOM

Pelatihan IKM yang digelar BPWS dan Disperindag Pamekasan. | Foto Barometerjatim.com/wira harlijadi
Pelatihan IKM yang digelar BPWS dan Disperindag Pamekasan. | Foto Barometerjatim.com/wira harlijadi

PAMEKASAN, Barometerjatim.com – Pengamat Teknologi Pangan Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto, Condro Wibowo menilai produk Industri Kecil Menengah (IKM) Jatim sudah direspon konsumen dengan baik. Tak hanya di skala lokal, melainkan nasional.

Nah, perkembangan signifikan ini sedianya juga diikuti peningkatan perizinan. IKM tidak cukup hanya mengantongi izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), tak bisa lebih luas ke level Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)

“Kalau IKM memang disarankan PIRT. Tapi kalau produknya dijual dalam skala luas, nasional, bahkan luar negeri, maka disarankan untuk mengurus perizinan lebih luas seperti BPOM,” katanya di Pamekasan.

Dengan mengantongi perizinan BPOM, maka IKM akan lebih meningkatkan penjualan. Sebab selama izin PIRT dikeluarkan Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten, sedangkan izin BPOM regulator pusat.

“Karena omsetnya tidak seberapa besar, Jika mau meningkat penjualan, ya memang harus izin (BPOM),” imbuh pria yang mendapat gelar doktor bidang Teknologi Pangan dari Contingent University Jerman tersebut.

Sementara terkait keinginan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang menginginkan BPOM membuka perizinan di Madura, Condro merespons positif.

Keinginan Khofifah tersebut, menurut Condro, bisa mendukung semangat para pelaku IKM khususnya makanan, untuk bisa mendapat kesempatan memasarkan produk mereka hingga mancanegara.

“Itu upaya yang bagus sekali. Perlu didukung. Tapi perlu juga dipertimbangkan urusan teknis lainnya, seperti pengadaan laboratorium untuk uji sampel makanan,” pungkas Condro.•

» Baca Berita Terkait IKM, Pemprov Jatim