Nasdem Terusik, Gus Choi: Kiai Ma’ruf Amin Jangan Berisik!

KIAI MA'RUF JANGAN BERISIK: Effendy Choirie (Gus Choi) minta Kiai Ma'ruf Amin jangan berisik dengan lebih menonjolkan PKB dalam koalisi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
KIAI MA’RUF JANGAN BERISIK: Effendy Choirie (Gus Choi) minta Kiai Ma’ruf Amin jangan berisik dengan lebih menonjolkan PKB dalam koalisi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Belum lagi ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Cawapres, langkah politik KH Ma’ruf Amin sudah membuat Partai Nasdem — salah satu Parpol pengusung Joko Widodo-Ma’ruf Amin — terusik.

“NU enggak boleh berisik, Kiai Ma’ruf Amin juga enggak boleh berisik,” kesal Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Nasdem, Effendy Choirie di sela penyerahan sapi kurban dari Nasdem untuk disalurkan PWNU Jatim, Selasa (21/8).

Politikus yang akrab disapa Gus Choi itu menambahkan, “Dia kemarin sudah mulai berisik, misalnya (Kiai M’ruf mengatakan) hai semua warga NU, saya ini sekarang calon wakil presiden, calon dari NU. Orang NU kembalilah ke PKB dan dan segala macam, itu kan ada pernyataan. Ini berisik!”

• Baca: Sadad: Kader NU di Gerindra Tak Perlu Dukung Kiai Ma’ruf

Menurut Gus Choi, Kiai Ma’ruf seharusnya sadar bahwa dia menjadi calon wakil presiden bukan dari NU, PKB atau PPP. “Ini calon wakil presiden yang diusung koalisi, oleh Golkar, PDIP, Nasdem, Hanura, PKPI dan yang lain-lain,” katanya.

Karena itu, Gus Choi meminta Kiai Ma’ruf harus berstatemen yang mencerminkan negarawan. “Dia harus berstatemen yang bukan parsial, sektoral atau sektarian. Seolah dia Cawapres yang diusung PKB, itu tidak!” tegasnya.

• Baca: Wasekjen PBNU: Warga NU Wajib Dukung Kiai Ma’ruf

Pernyataan yang dlontarkan Kiai Ma’ruf, tandas Gus Choi, hanya akan membuatnya menjadi kecil dan Parpol lain yang tergabung dalam koalisi menjadi tidak simpatik.

“Jadi semua harus ditata, pernyataan harus ditata, niat ditata, dan kemudian semua dipersembahkan untuk kepentingan bangsa,” ucap mantan politikus PKB tersebut.