Megawati Sebut Milenial Hanya Bisa Demo, Demokrat: Ahistoris!

SINDIR MEGA: Renanda Bachtar, sindir megawati ahistoris karena sebut milenial hanya bisa demo. | Foto: Barometerjatim.com/ANDRIAN
SINDIR MEGA: Renanda Bachtar, sindir megawati ahistoris karena sebut milenial hanya bisa demo. | Foto: Barometerjatim.com/ANDRIAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Renanda Bachtar menyesalkan pernyataan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri yang menyebut generasi milenial hanya bisa demo.

“Kalau ada tuduhan-tuduhan generasi muda, milenial, bahwa sumbangsihnya apa? Kita seolah ahistoris!” katanya usai menghadiri Deklarasi dan Pelantikan DPD Bintang Muda Indonesia (BMI) Jatim di Surabaya, Sabtu-Minggu (31/10/2020-1/11/2020).

“Kita lupa, bahwa dari 1928, 1945, 1966, 1998, semua ini generasi muda yang ingin memperbaiki bangsa,” sambungnya.

Justru, lanjut Renanda, yang bergerak paling depan menjaga keutuhan bangsa dan negara ini di masa depan adalah kaum muda. “Tentu karena rasa idealisme mereka,” tegasnya.

Meski demikian, Renanda megajak seluruh elemen bangsa — khususnya Ormas sayap Demokrat, Bintang Muda Indonesia (BMI) yang notabene-nya diisi generasi mienial — tetap menghormati Megawati.

“Bagaimanapun kita menghormati, Bu Mega juga pemimpin kita, (mantan) presiden RI juga ya,” katanya.

Narasi Kontra-produktif

Renanda juga mengingatan tokoh-tokoh bangsa, tak terkecuali Megawati, untuk mengurangi narasi-narasi yang sifatnya kontra-produktif. Apalagi di situasi pandemi Covid-19 saat ini.

“Ya kita menyesalkan narasi-narasi yang dibangun oleh pihak siapa pun, tidak hanya pemerintah, partai, tapi siapa pun,” ucapnya.

“Semuanya harus bisa menahan diri, agar tidak ada disinformasi, iya kan? Sehingga tidak membuat orang bingung, termasuk soal tuduhan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) misalnya,” katanya.

Terkait tudingan bahwa SBY mendanai demo Omnibus Law, Renanda bersyukur karena pihak istana sudah mengklarifikasinya.

“Dalam hal ini Pak Mahfud sendiri sudah mengklarifikasi yang dimaksud oleh Pak Airlangga, Pak Luhut, termasuk Pak Mahfud, itu tentu bukan Pak SBY, tidak mungkin!” ucapnya.

Sebenarnya, menurut Renanda, yang dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini adalah sinergitas. Bukan malah menciptakan konflik dengan narasi-narasi yang kontra-produktif.

“Kita semua, pemimpin, partai, elemen anak-anak muda, semuanya berfokus untuk segera bisa mengatasi pandemi yang saat ini memang masih melanda,” pungkasnya.

Sebelumnya, Megawati menyebut kaum milenial saat ini hanya bisa berdemonstrasi, salah satunya menolak Omnibus Law Cipta Kerja.

“Apa sumbangsih kalian terhadap bangsa dan negara ini? Masa hanya demo saja,”kata Megawati di acara peresmian kantor PDIP secara daring, Rabu (28/10/2020).

Megawati juga mengatakan, “Anak muda kita jangan dimanja, dibilang generasi kita adalah generasi milenial.”

“Saya mau tanya, hari ini apa sumbangsihnya generasi milenial yang sudah tahu teknologi membuat kita sudah viral tanpa harus bertatap langsung?” tanyanya.

» Baca Berita Terkait Megawati, Demokrat