Machfud ‘Borong’ Rekom, Ketum Golkar Tetap Dorong Gus Hans!

JALAN TERUS: Gus Hans (kanan) saat mendampingi Airlangga Hartarto (dua dari kri). | Foto: Barometerjatim.com/IST
USAI KUNKER: Gus Hans (kanan) saat mendampingi Airlangga Hartarto (dua dari kri). | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Di tengah upaya Machfud Arifin ‘memborong’ rekomendasi Parpol, Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans menyebut dirinya diminta Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto agar jalan terus maju di Pilwali Surabaya 2020.

“Ya intinya, obrolannya, saya disuruh jalan terus dan bisa jadi ada kejutan-kejutan,” tutur salah seorang wakil ketua DPD Partai Golkar Jatim itu kepada Barometerjatim.com di Surabaya, Kamis (30/1/2020).

Permintaan Airlangga yang juga Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian tersebut, lanjut Gus Hans, disampaikannya di ruang VIP Bandara Juanda usai melakukan kunjungan kerja di Surabaya, Rabu (29/1/2020).

Namun Gus Hans enggan memberikan bocoran, kejutan apa yang bakal dimunculkan Golkar di tengah upaya Machfud memborong rekomendasi Parpol.

“Itu biarkan Pak Blegur (Ketua DPD Partai Golkar, Blegur Prijanggono) atau Pak Sahat (Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim, Sahat Tua Simanjuntak) yang menjelaskan,” katanya.

Selebihnya, dari obrolan dengan Airlangga, Gus Hans menyimpulkan bahwa dinamika politik jelang Pilwali Surabaya masih sangat cair. “Belum bisa dikatakan final, ini dinamika yang sangat cair,” tandasnya.

Dengan demikian, lanjut Gus Hans, bargaining position Golkar di Pilwali Surabaya bisa dikatakan tinggi daripada Parpol lain, mengingat partai beringin mempunyai perangkat yang lebih lengkap.

“Ini yang membuat potensi kita untuk bekerja sama dengan lainnya lebih leluasa,” ujar Jubir Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak di Pilgub Jatim 2018 itu.

Apakah jalan terus yang dimaksud Airlangga bermakna bahwa Gus Hans tetap di track bakal Cawali? “Ya pokoknya saya disuruh jalan terus, entah itu L1 (bakal Cawali), entah L2 (bakal Cawawali),” ucapnya.

Gus Hans memasrahkan semuanya kepada Parpolnya. Mulai dari arah koalisi hingga posisi bakal calon. “Partai akan menentukan berdasarkan survei, elektabilitas dan komunikasi di antara elite partai,” katanya.

Seperti diberitakan, lima Parpol melabuhkan dukungan ke Machfud untuk maju di Pilwali Surabaya lewat deklarasi bersama pada Minggu (26/1/2020). Kelimanya yakni PKB (5 kursi), Gerindra (5 kursi), Demokrat (4 kursi), PAN (3 kursi) dan PPP (1 kursi).

Parpol lain yang belum menegaskan dukungan yakni Golkar (5 kursi), PKS (5 kursi), PSI (4 kursi) dan Nasdem (3 kursi). Hanya saja, sinyal dukungan Nasdem mulai mengarah ke Machfud.

Sedangkan pemilik kursi terbanyak di DPRD Surabaya, PDIP (15) kemungkinan mengusung pasangan tanpa koalisi. Apalagi PDIP memiliki banyak kader potensial, mulai Whisnu Sakti Buana, Armuji, hingga Dyah Katarina plus ‘anak emas’ Tri Rismaharini, Eri Cahyadi.

Meski koalisi Parpol dan bakal calon di Pilwali Surabaya mulai terpetakan, Gus Hans tetap berkesimpulan di dalam politik itu tidak ada yang tidak mungkin.

“Posisi yang sekarang ini masih dinamis. Posisi apapun masih sangat fleksibel dan kita bisa bekerja sama dengan siapapun,” ujarnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya