Lomba Baca Kitab Kuning PKS Jatim, Santri Asal Malang Juara!

KITAB KUNING: Santri mengikuti lomba baca kitab kuning yang digelar PKS Jatim secara virtual. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KITAB KUNING: Santri mengikuti lomba baca kitab kuning yang digelar PKS Jatim secara virtual. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlotul Maghfiroh Poncokusumo, Kabupaten Malang, Achmad Jauhar Nahari menjuarai Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK) IV yang digelar anggota DPRD Jatim dari Fraksi PKS bersama dengan DPW PKS Jatim, Minggu (20/12/2020).

Acara yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 19.30 WIB tersebut digelar secara daring dari kompleks Museum Nahdlatul Ulama (Museum NU) Jalan Gayungsari Barat, Surabaya.

Bertindak selaku dewan juri yakni KH  Amanullah dan KH Fuad Amin. Keduanya adalah juri Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) bersertifikat dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jatim.

Sebagai juara, Jauhar memperoleh hadiah uang pembinaan Rp 10 juta dan mewakili Jatim dalam LBKK tingkat nasional yang akan diselenggarakan Fraksi PKS DPR RI berhadiah utama umroh, 22 Desember 2020.

Peringkat II direbut Sholihan dari Ponpes Mambaul Falah, Bawean, Gresik. Sedangkan Peringkat III diraih Akhmad Kholili dari Ponpes Cangaan, Bangil, Pasuruan. Keduanya mendapat uang pembinaan masing-masing Rp 7,5 juta dan Rp 5 juta.

Lalu Harapan I yakni Fawaid dari Ponpes Mambaul Ulum Bata-bata, Pamekasan. Harapan II Mas Wasil Faqor dari Ponpes Dresmo, Wonocolo, Surabaya, dan Harapan III Ahmad Salman Al Farisi dari Ponpes Hidayatul Mubtadi’in (Yahtadi 2) Kedungjajang, Lumajang. Ketiganya mendapat uang pembinaan masing-masing Rp 3 juta, Rp 2 juta, dan Rp 1 juta.

Ketua Bidang Pembangunan Keummatan dan Dakwah DPW PKS Jatim, Muhammad Aziz menyampaikan, Lomba Baca Kitab Kuning IV ini diikuti 33 peserta yang merupakan pemenang dari LBKK di tingkat Dapil.

“Ada sebelas Dapil. Masing-masing Dapil diambil Juara I, II, dan III untuk kembali dilombakan di tingkat provinsi,” katanya.

Pihaknya bersyukur, meski situasi pandemi Covid-19 dan dilakukan secara online, antusiasme peserta tetap tinggi.

“Tercatat total peserta di tingkat Dapil sejumlah 242 orang yang berasal dari berbagai pondok pesantren seluruh Jatim,” ucapnya.

Kecintaan Kepada Ulama

VIRTUAL: Para juri menilai peserta lomba baca kitab kuning yang digelar PKS Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
VIRTUAL: Para juri menilai peserta lomba baca kitab kuning yang digelar PKS Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sedangkan Ketua Fraksi Keadilan Bintang Nurani DPRD Jatim dari PKS, Dwi Hari Cahyono menyampaikan tujuan LBKK ini, untuk menumbuhkan kecintaan kepada para ulama, kiai, dan habaib yang berjasa dalam menerangi jalan umat untuk memahami ajaran Islam.

“Ini menunjukkan kecintaan PKS terhadap para ulama, dan kesungguhan dalam menjaga khazanah warisan keilmuan Islam yang diajarkan di pondok-pondok pesantren,” ujar Dwi.

Selain itu, imbuh Dwi, PKS sebagai partai Islam ingin memberikan penghargaan kepada generasi muda dan para santri yang belajar agama.

“Kita ingin mewadahi para santri agar bisa bekerja sama nantinya untuk kebaikan umat dan bangsa. Kita lihat sendiri tadi bagaimana cerdasnya para santri. Bangsa ini sangat memerlukan kontribusi mereka,” kata anggota dewan asal Malang tersebut.

Tak kalah penting, tambah Dwi, LBKK ini adalah ikhtiar untuk semakin mengokohkan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah.

“Sejak awal, PKS ingin selalu mengokohkan aqidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah dalam kehidupan umat Islam Indonesia. Ini akan kita lakukan sampai kapan pun,” tuturnya.

Ketua Umum DPW PKS Jatim, Irwan Setiawan menambahkan, dirinya berharap utusan Jatim akan kembali memenangkan LBKK tingkat nasional.

“Tradisinya Jatim selalu mendapat juara, bahkan pernah Juara I. Insyaallah kali ini Jatim akan juara lagi,” kata Irwan.

» Baca Berita Terkait PKS Jatim