Layanan Tilang Kejari Surabaya Berpeluang Diganjar Sidakarya

PENILAIAN SIDAKARYA: Sesjamwas Kejagung, Elvis Johnny dan Tim Sidakarya saat melakukan penialaian di Kejari Surabaya, Kamis (14/9). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
PENILAIAN SIDAKARYA: Sesjamwas Kejagung, Elvis Johnny dan Tim Sidakarya saat melakukan penialaian di Kejari Surabaya, Kamis (14/9). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tahun ini, 20 Kejaksaan Negeri (Kejari) tipe A dan B menjalani penilaian predikat Sidakarya. Kriteria didasarkan, di antaranya terkait inovasi hingga pelayanan publik serta pegawai yang prima.

Kejari Surabaya termasuk tipe A. Salah satu terobosan yang berpeluang mendapat predikat Sidakarya, yakni pelayanan tilang lewat transaksi non tunai untuk mencegah praktik pungli.

Bahkan pelayanan ini mendapat apresiasi dari Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan (Sesjamwas) Kejaksaan Agung (Kejagung), Elvis Johnny yang turun langsung ke Surabaya.

• Baca: 3 Tahun Buron, Koruptor Merr II C Diringkus di Bojonegoro

“Di Jatim ada dua yang mendapat penilaian, Kejari Surabaya dan Kejari Situbondo,” kata Elvis di sela melakukan penilaian di Kejari Surabaya, Kamis (14/9).

Tak sekadar mengapresiasi, mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim itu juga mendukung Kejari Surabaya meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

“Prestasi di sini sudah ada, tata ruang enak, penanganan perkara sudah pasti (bagus, red). Di sini saya dengar sudah ada lima dik (penyidikan) awal tahun hingga September 2018. Lima dik itu sudah bagus. Penilaian saya, kalau untuk sidakarya iya (masuk, red),” paparnya.

• Baca: Korupsi Dana Bergulir, Kejari Tahan Dua Pengurus Koperasi

Elvis menambahkan, dari 10 Kejari tipe A yang dinilai untuk predikat Sidakarya, akan diambil tiga Kejari sebagai juara (1, 2 dan 3) yang diumukan saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) November 2018 mendatang.

Hasil dari Sidakarya, jelas Elvis, juga menjadi salah satu syarat menuju predikat WBK yang tahun ini melibatkan 16 Kejari. “Salah satunya ya ini. Jatim kita kirim dua utusan (tim Sidakarya), yakni untuk penilaian di Kejari Surabaya dan Kejari Situbondo,” ujarnya.

“Kriterianya, ada inovasi di sana, pelayanan publik sudah prima, pelayanan antarpegawai sudah bagus dan semua ada dalam posisi paling atas.”

• Baca: Kejari Kembalikan Rp 1 Miliar Hasil Korupsi ke Kas Negara

Sedangkan untuk predikat WBK, sambung Elvis, hasil Sidakarya tersebut akan dinilai Badan Pusat Statistik (BPS) dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan).

“Penerapan sistem denda tilang di Kejari Surabaya ini sudah bisa masuk kriteria predikat WBK,” tandasnya.

» Baca Berita Terkait Kejari Surabaya, Kejati Jatim, PN Surabaya