Kurangi Sosialisasi Maju Pilwali, Lia Fokus Cegah Corona

CEGAH CORONA: Lia Istifhama memilih kurangi sosialisasi maju Pilwali untuk cegah virus Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
CEGAH CORONA: Lia Istifhama memilih kurangi sosialisasi maju Pilwali untuk cegah Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kandidat calon wakil wali kota Surabaya, Lia Istifhama mengaku bersyukur dengan hasil survei yang digelar lembaga Akurat Survei Terukur Indonesia (ASTI).

“Berarti saya memiliki kesempatan untuk diterima masyarakat, itu kan yang paling utama. Artinya, proses ini insyaallah tidak sia-sia, ternyata kita mendapatkan respons positif,” kata Lia di Surabaya, Jumat (20/3/2020).

Dalam survei ASTI, Lia menjadi ‘primadona’ calon wakil wali kota (Cawawali) untuk dipasangkan dengan siapa pun kandidat wali kotanya. Secara personal, dia meraih elektabilitas tertinggi (16,95 persen) untuk kandidat Cawawali.

Meski demikian, saat ini keponakan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa tersebut memilih mengurangi intensitas sosialiasi terkait Pilwali, menyusul wabah virus Corona (Covid-19) yang makin gencar menyasar Surabaya.

“Sebagai seorang ibu, juga mungkin masyarakat luas lainnya, lebih berpikir untuk konsen tentang lingkungan sekarang ini. Jadi agak slow soal Cawawali itu, tapi yang jelas proses harus berjalan, karena sudah ada tahapan,” paparnya.

Jadi hari-hari ini lebih fokus untuk pencegahan Corona dulu ya? “Ya, insyaallah memang beberapa aksi sudah kita siapkan. Ada aksi yang terkait dengan Pilwali, ada pula yang tidak,” ucapnya.

Lia mencontohkan aksi berbagi masker gratis yang dilakukannya beberapa waktu lalu, dan saat ini tengah membagikan pupuk lewat sejumlah kampus untuk menjaga lingkungan.

Insyaallah kita juga akan melakukan penanaman pohon, dan nanti ada beberapa program lagi. Ini yang jelas nanti terus, kontinyu,” ucapnya.

Sementara terkait sosialisasi untuk maju di Pilwali, saat ini yang dilakukannya lebih banyak door to door karena belum memungkinkan melakukan banyak kegiatan berbasis massa akibat Corona.

“Bagi saya Pilwali itu hanya sebuah bonus, yang terpenting bagaimana kita berproses sebagai seorang figur. Ketika kita bicara figur, berarti kita harus diterima banyak orang,” sambungnya.

Lantas, bagaimana proses dengan Parpol untuk mendapatkan tiket pencalonan? Menurut Lia, apa yang dilakukannya saat ini tidak jauh beda dengan di awal berproses, yakni menjalin hubungan secara personal dan tetap jalan.

“Saya berproses sesuai dengan kapasitas kemampuan, kapabilitas, saya tahu diri-lah. Jadi yang bisa saya lakukan adalah sambung silaturahim, itu yang saya jalankan. Sampai sekarang pun juga berjalan,” ujarnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya