Khofifah Dukung Menantu Pakde Karwo? Tunggu Hasil Pileg!

MUDA DAN DINAMIS: Bayu Airlangga (tengah) berbincang serius dengan Sekretaris Demokrat Jatim, Renville Antonio (kanan) dan Wagub Jatim terpilih, Emil Dardak. | Foto: IST
MUDA DAN DINAMIS: Bayu Airlangga (tengah) berbincang serius dengan Sekretaris Demokrat Jatim, Renville Antonio (kanan) dan Wagub Jatim terpilih, Emil Dardak. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Faktor Khofifah Indar Parawansa dinilai bakal berperan penting di Pilwali Surabaya 2020. Meski bukan ketua umum Parpol, Khofifah adalah gubernur Jatim terpilih dan memiliki barisan massa militan, warga Muslimat NU.

Keampuhan Muslimat NU bahkan sudah dibuktikan saat Pilgub Jatim 2018. Di Surabaya yang selama ini dikenal sebagai ‘kandang’ PDIP, Khofifah yang berpasangan dengan Emil Dardak sukses menjungkalkan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.

Namun soal siapa yang akan didukung Khofifah, apakah Bayu Airlangga atau justru sudah menyiapkan kandidat muda lainnya, mantan Menteri Sosial itu diyakini masih akan menunggu hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

• Baca: Pilwali Surabaya, Bayu Airlangga Bisa Masuk ‘Paket Khofifah’

“Soal dukungan Khofifah akan kemana, tentu itu akan menjadi perkara yang dinamis,” papar Direktur Surabaya Survey Center (SSC), Mochtar W Oetomo kepada Barometerjatim.com, Rabu (12/12).

Pertimbangan tersebut, menurut Mochtar, didasari waktu Pilwali yang masih dua tahun lagi. “Hasil Pilpres dan Pileg 2019 di Surabaya tentu akan menjadi pertimbangan Khofifah dalam melabuhkan dukungan,” tambahnya.

Di sisi lain, Mochtar melihat Bayu tidak akan sulit mendapat dukungan Parpol. Selain muda dan potensial, juga diuntungkan secara politik karena menantu Gubernur Jatim, Soekarwo.

• Baca: Menantu Pakde Karwo Layak Pimpin Surabaya Pasca Risma

“Bayu adalah menantu Pakde Karwo, gubernur dua periode dan sekaligus ketua DPD Partai Demokrat Jatim,” ujar Mochtar.

Secara personal, sepak terjang Bayu sebagai ketua Muda Mudi Demokrat dan pengusaha muda sukses juga memberi nilai lebih. “Semuanya tentu memberikan keuntungan sendiri dalam hal jaringan dan dukungan politik,” ucapnya.

Muda dan Dinamis

Mochtar menambahkan, munculnya wacana pemimpin muda potensial dalam bursa Pilwali Surabaya 2020, bukan semata karena bonus demografi di Surabaya yang membuat posisi pemilih milenial menjadi dominan dalam kuantitas.

Lebih dari itu, karakter Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, kota metropolis, menuntut calon pemimpin yang dinamis, kreatif, inovatif, visioner dan futurustik yang melekat pada karakter anak muda.

• Baca: Pilwali Surabaya 2020! Puti Tak Maju, PDIP Usung Whisnu?

“Ini juga sesuai dengan logika dinamika global yang akan makin menuntut percepatan dan terobosan-terobosan konstruktif,” tegas pengajar di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tersebut.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya, Khofifah