Khofifah Dampingi Airlangga? Golkar Jatim: Dipertimbangkan!

PILPRES 2024: Sarmuji, Golkar pertimbangkan dampingi Airlangga Hartarto di Pilpres 2024. | Grafis: Barometerjatim.com/DOK
PILPRES 2024: Sarmuji, Golkar pertimbangkan dampingi Airlangga Hartarto di Pilpres 2024. | Foto: Barometerjatim.com/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Muhammad Sarmuji berharap bakal calon wakil presiden (Cawapres) pendamping ketua umumnya, Airlangga Hartarto di Pilpres 2024 berasal dari Jatim.

“Memang sebagai orang Jatim, kita berharap ada orang Jatim yang bisa mendampingi Pak Airlangga,” kata Sarmuji di kantor DPD Partai Golkar Jatim, Surabaya, Rabu (20/10/2021).

“Tetapi itu nanti akan kita lihat perkembangannya, apakah cocok secara kerja sama dan cocok untuk menopang elektabilitas,” sambung politikus yang juga anggota Komisi XI DPR RI tersebut.

Ditanya apakah Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa cocok untuk mendampingi Airlangga, menurut Sarmuji, layak dipertimbangkan. Begitu pula dengan tokoh-tokoh Jatim lainnya.

“Ya Bu Gubernur salah satu yang mungkin layak untuk dipertimbangkan sebagai calon wakil presidennya Pak Airlangga. Calon yang lain juga terbuka,” tandasnya.

Khofifah diposisikan Golkar Jatim hanya sebagai kandidat Cawapres, bisa jadi karena dari survei sejumlah lembaga, elektabilitasnya untuk kandidat Capres memang tak ‘nendang’.

Dalam survei terbaru The Republic Institute periode 1 hingga 13 September 2021 dengan 1.225 responden yang tersebar di 38 kabupaten dan kota di Jatim, Khofifah bahkan tak masuk lima besar.

Khofifah hanya dipilih 3,2% responden warga Jatim, sangat jauh dengan pemuncak elektabilitas Ganjar Pranowo (31,4%). Elektabilitas perempuan yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu rata-rata air dengan Tri Rismaharini (2,9%), Muhaimin Iskandar (2,2%), Ridwan Kamil (1,9%), dan Sandiaga Uno (1,5%).

Bahkan Pakar Sosial Politik asal Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Andri Arianto menilai, nama Khofifah masuk bursa Pilpres 2024 saja sudah bagus jika melihat tidak mengkilapnya prestasi Jatim.

“Dia berhasil kok dalam kontestasi bursa. Masuklah namanya, syukur-syukur dilirik. Kalau dilirik ya alhamdulillah, kalau enggak ya iseng-iseng berhadiah,” kata Andri.

“Tidak hanya survei kali ini ya, beberapa lalu itu kan juga masuk lima besar saja berat. Artinya ya bursa. Berhasil dalam membangun citra diri terkait bursa Pilpres, itu berhasil meskipun angkanya kecil,” tandasnya.

Jadi lebih realistis kalau Khofifah maju Cawapres? “Realistisnya bursa, masuk dalam bursa dan sekarang terpenuhi toh, masuk dalam bursa meskipun persentasenya kecil,” sergah Andri.

“Realistisnya masih bursa, belum sampai pada pelirikan potensi Wapres. Sebagai bursa, saya kira Bu Khofifah berhasil. Masuk dalam bursa gitu aja, angkanya kan keluar. Tidak mengkilapnya prestasi Jatim di mata masyarakat, itu masuk bursa Pilpres sudah sangat bagus,” ucapnya.

Jika di bursa Capres dipandang sebelah mata responden, Khofifah justru kampiun di bursa Cagub Jatim 2024. Dari survei The Republic Institute, elektabilitas Khofifah berada di posisi teratas (38,1%) meski terus dibuntuti Risma (23,9%). Menyusul di bawahnya yakni Saifullah Yusuf (11,8%) dan Emil Elestianto Dardak (6%).

» Baca Berita Terkait Pilpres 2024