Kesengsem Pisang Dampit, Khofifah Beri Nama Pisang Mulia

PISANG MULIA: Pisang varietas unggul asal Desa Srimulyo, Dampit, Kabupaten Malang. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PISANG MULIA: Pisang varietas unggul asal Desa Srimulyo, Dampit, Kabupaten Malang. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

MALANG, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawasa rupanya kesengsem dengan pisang varietas unggul asal Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Saat melakukan peninjauan, Selasa (16/3/2021), terlihat berulang kali Khofifah menunjukkan kekagumannya.

Dalam peninjauannya, Khofifah didampingi Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto, beberapa kepala OPD, dan belasan anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pisang Malang Raya (Pismara).

Selain melihat secara dekat, Khofifah yang mantan Menteri Sosial itu juga melakukan proses tanam tunas pisang yang masih menggunakan teknik tumpang sari karena keterbatasan lahan.

Pada kesempatan itu, Khofifah juga memberikan tetenger pisang seberat puluhan kilogram untuk satu tandan tersebut dengan nama “Pisang Mulia”. Nama tersebut disematkan sesuai dengan tempat asal pisang yang tumbuh subur di kawasan Desa Srimulyo.

Lilik Sugianto, salah seorang petani Pisang Mulia Srimulyo menuturkan, warga setempat menanam pisang ini sejak 2007 dengan sistem tumpang sari karena keterbatasan lahan. Mereka tergabung dalam kelompok tani, tapi ada pula yang berinisiatif menanam di halaman rumah masing-masing.

Tahun pertama tanam, petani panen satu kali. Pada tahun berikutnya bisa panen dua sampai tiga kali dalam satu tahun dengan harga satu tandan Rp 600 ribu. Namun di masa pandemi Civid-19 turun menjadi sekitar Rp 200 ribu-Rp 250 ribu.

Di hadapan Khofifah, kelompok tani menyampaikan keinginannya agar terfasilitasi pemerintah, utamanya pengembangan area penjualan. Sebab, meski sudah 11 tahun mengembangkan budidaya Pisang Mulia, pemasaran baru mencakup wilayah Surabaya dan Pulau Bali.

Menanggapi keinginan para petani, Khofifah menginstruksikan kepala Dinas Pertanian Jatim yang turut mendampingi kunjungan untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut, termasuk kendala proses registrasi baik tanah maupun bibit.

“Ini dilakukan agar produk pisang bisa ekspor. Proses inilah yang akan bisa memberikan nilai tambah agar pasar semakin luas dan harga semakin bagus,” katanya.

» Baca Berita Terkait Pemprov Jatim