Kecewa Harga Anjlok! Peternak Bagikan Ayam ke Korban Banjir

BAGI-BAGI AYAM: Harga jual anjlok, peternak membagikan ayam ke korban banjir. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
BAGI-BAGI AYAM: Harga jual anjlok, peternak membagikan ayam ke korban banjir. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Kecewa dengan harga ayam yang anjlok di bawah Harga Pokok Produksi (HPP) di saat wabah Covid-19, sejumlah peternak ayam di Lamongan membagikan ayam secara gratis ke warga korban banjir.

“Selama 36 hari merawat ayam, begitu panen harganya ambyar (hancur), peternaknya juga ambyar, wis ambyar kabeh,” keluh Subakri, peternak asal Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Sabtu (18/4/2020).

Subakri mengaku sangat kecewa dengan kebijakan pemerintah yang tidak memihak peternak rakyat, dan tidak bisa mengendalikan anjloknya harga ayam saat ini.

“Harga ayam naik melebihi HPP saja kementerian langsung buat surat edaran. Tapi begitu harga anjlok seperti ini, diam saja mereka,” ucap pria yang mengaku beternak ayam sejak 1987 tersebut.

Subakri menambahkan, peternak ayam saat ini juga mengalami dilema. Jika ayam dibiarkan begitu saja pasti merugi karena tidak bisa beli pakan. Sebaliknya, kalaupun dijual harganya di bawah HPP.

Sehingga, para peternak di Lamongan memilih untuk membagikan ayam kepada warga korban banjir yang kurang mampu.

Mesisan ajur, podo-podo rugine (sekalian hancur, sama-sama merugi) mendingan kita bagikan kepada warga korban banjir, biar lebih bermanfaat,” ungkapnya.

Alhasil, 250 ekor ayam yang dikumpulkan dari beberapa peternak di Lamongan, kemudian dibagikan secara gratis kepada warga Dusun Ngangkrik, Desa Balun, Kecamatan Turi yang sudah seminggu terdampak banjir.

Sebelumnya peternak mengeluhkan harga ayam yang hanya Rp 6.000 sampai Rp 7.000. Harga jual di tingkat peternak saat ini disebut tidak sebanding dengan HPP sekitar Rp 18.000 per kilogram.

» Baca Berita Terkait Lamongan, Corona