JK Minta DMI Jatim Makmurkan dan Dimakmurkan Masjid

DITERIMA JK: Rombongan pengurus DMI Jatim diterima Jusuf Kalla di kantor Wapres| Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DITERIMA JK: Rombongan pengurus DMI Jatim diterima Jusuf Kalla di kantor Wapres| Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

JAKARTA, Barometerjatim.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyambut hangat audiensi pengurus terpilih PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jatim periode 2019-2024 di kantor Wapres, Jumat (30/8/2019).

Rombongan DMI Jatim yang dipimpin ketua terpilih KH M Roziqi diterima JK sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka kemudian menggelar pertemuan secara tertutup hingga sekitar pukul 11.10 WIB.

Tampak Roziqi didampingi sejumlah pengurus DMI pusat, termasuk Wakil Ketum KH Masdar Farid Mas’udi, serta calon pengurus DMI Jatim di antaranya Arum Sabil, Masnuh, serta Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans.

Tujuan utama kehadiran Roziqi dan rombongan, yakni meminta kesediaan JK agar melantik pengurus DMI Jatim. “Kita mohon beliau bisa melantik, soal tanggal kita menyesuaikan dengan jadwal beliau. Tapi kita berharap September bisa dilantik,” kata Roziqi usai pertemuan.

Selain soal pelantikan, sejumlah hal juga dibicarakan dalam pertemuan tersebut, di antaranya terkait pencegahan radikalisme lewat masjid. JK juga meminta agar DMI memanfaatkan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi.

“Ya intinya Pak JK minta DMI Jatim, agar menjalankan semangat memakmurkan dan dimakmurkan masjid yang selama ini beliau gaungkan,” kata Roziqi yang mantan ketua tim pemenangan Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018.

Roziqi menjabarkan, memakmurkan masjid dalam pengertian agar jamaahnya banyak, beragam kegiatan terkait keagamaan juga maju. “Begitu pula dengan remaja masjidnya harus jalan,” katanya.

Dari segi dimakmurkan masjid, lanjut Roziqi, bagaimana jamaah atau semua yang datang ke masjid bisa makmur, misalnya dalam pemberdayaan ekonomi.

“Termasuk kesehatan. Nanti masjid-masjid yang sudah siap akan mendirikan klinik pratama, sehingga bisa kerjasama dengan BPJS,” katanya.

Soal radikalisme, tambah Roziqi, JK memberi perhatian khusus karena paham radikal mulai banyak yang masuk lewat anak muda, khususnya di kampus dan jangan sampai berjalan ke masjid-masjid, terutama di perdesaan.

“Pak JK sangat konsen dengan keberadaan masjid. Termasuk meminta agar isi khotbah jangan hanya soal akhirat saja. Urusan akhirat penting, urusan dunia juga penting,” jelasnya.

» Baca Berita Terkait DMI Jatim, Jusuf Kalla