Jaring Suara! Priyo Lepas 2000 Merpati Berkalung Kartu Aspirasi

Priyo Budi Santoso (kanan) melepas Murung Merpati di Bundaran Waru. | Foto: Barometerjatim.com/abdillah hr
Priyo Budi Santoso (kanan) melepas Murung Merpati di Bundaran Waru. | Foto: Barometerjatim.com/abdillah hr

SURABAYA, Barometerjatim.com – Banyak cara dilakukan Caleg dalam menjaring suara di Pileg 2019. Priyo Budi Santoso, misalnya. Caleg DPR RI dari Partai Berkarya Dapil Jatim I (Surabaya-Sidoarjo) itu memilih melepas 2.000 burung merpati yang diberi kalung kartu aspirasi.

Pelepasan ribuan merpati dilakukan Priyo di Bundaran Waru, Senin (1/4/2019). Karuan saja, aksi ini mengundang perhatian pengguna jalan di perbatasan Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo tersebut.

Selain untuk menjaring suara lewat ‘serangan pasukan burung’, aksi ini juga dimaksudkan sebagai simbol kedamaian, kekeluargaan dan nilai-nilai antidendam dari Caleg di internal maupun lintas Parpol.

“Merpati adalah burung yang tidak mempunyai empedu, sehingga kepahitan masa lalu tidak akan kita bawa bergesekan hanya untuk mendapatkan suara,” katanya berfilosfi.

Soal kartu aspirasi yang dilengkapi tanda tangannya dan dikalungkan di leher merpati, Priyo menegaskan alasannya. “Nanti barang siapa yang menemukan kartu ini, bisa mengembalikan ke saya, lengkap dengan menuliskan aspirasinya.”

Mantan politikus Partai Golkar itu berharap, kartu-kartu tersebut bisa menjadi jembatan aspirasi antara masyarakat dengan dirinya. Sehingga saat terpilih sebagai anggota DPR RI, seluruh aspirasi bisa dilaksanakan.

Di sisi lain, Priyo prihatin dengan kondisi kompetisi politik saat. Terlihat ada gesekan sosial baik untuk Pileg maupun Pilpres. Priyo pun mengajak untuk bertenggang rasa, tepo seliro, menghargai keberagaman mengikuti filosofi merpati.

Selain itu, politikus senior ini mengajak seluruh Caleg untuk ramah lingkungan dalam berkampanye. “Kasihan pohon-pohon ini, tidak bisa menangis dipaku sana sini,” katanya.

Karena itu, dirinya tidak mau mengikuti gaya kampanye konvensional, memasang spanduk di pepohonan dengan cara memaku. “Cara itu membuat lingkungan semakin rusak,” tegasnya.

Kampanye simpatik dan unik ini akan dilakukan Priyo di beberapa titik di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, sesuai Dapil tempat dirinya berkompetisi. •

» Baca Berita Terkait Pemilu 2019