Wagub Emil Gelap-gelapan Tutup Football for Peace di Jombang

Gelap-gelapan penutupan Football for Peace akibat listrik padam. | Foto: Barometerjatim.com/roy hasibuan
Gelap-gelapan penutupan Football for Peace akibat listrik padam. | Foto: Barometerjatim.com/roy hasibuan

JOMBANG, Barometerjatim.com – Usai sudah gelaran Football for Peace. Sejak dibuka di Lapangan KONI Jatim, 24 Maret lalu, ajang pencari bibit pesepakbola untuk dikirim ke Spanyol itu ditutup Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak di GOR Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Senin (1/4/2019).

Selain penggagas Football for Peace, KH Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans; sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir di acara penutupan, di antaranya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jatim, Supratomo; Direktur Keuangan Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha; Sekretaris Bappilu DPP Partai Golkar, Yahya Zaini; serta perwakilan ID.Sports Management, Harun Kurniawan.

Uniknya, acara penutupan tersebut digelar dalam suasana gelap-gelapan — hanya diterangi lampu handphone yang dibawa hadirin, termasuk ratusan santri Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang asuhan Gus Hans — lantaran listrik di kawasan Ponpes Darul Ulum sedang terjadi pemadaman.

Meski demikian, acara tetap berlangsung lancar. Bahkan, Gus Hans yang dikenal piawai melontarkan joke-joke segar, mencoba mencairkan suasana dengan menyebut listrik padam justru kian menyempurnakan penutupan Football for Peace.

“Mungkin karena maknanya penutupan, maka harus ditutup dengan lampu mati, karena terangnya sudah selesai, sudah mau kukut. Namanya toko tutup, maka lampunya harus mati. Jadi penutupan kita ini makin sempurna, alhamdulillah,” selorohnya yang disambut senyum Emil dan hadirin lainnya.

Datangkan Pelatih Spanyol

Wagub Emil, Gus Hans, foto bersama santri usai penutupan Football for Peace. | Foto: Barometerjatim.com/roy hasibuan
Wagub Emil, Gus Hans, foto bersama santri usai penutupan Football for Peace. | Foto: Barometerjatim.com/roy hasibuan

Gus Hans lantas menjelaskan, setelah penutupan ini, Football for Peace masih akan dibuka lagi pada Oktober 2019 bahkan akan menghadirkan instruktur dan pelatih langsung dari Spanyol.

“Para pelatih dan adik-adik yang kemarin ikut, maka berkesempatan ikut lagi untuk dilatih pelatih-pelatih Spanyol. Nanti yang terbaik akan kita kirim ke Spanyol dan insyaallah kita undang Karim Benzema (striker Real madrid) ke Jatim,” paparnya.

Menurut Gus Hans, acara ini digelar lebih dari sekadar kompetisi, tapi untuk membangun nilai-nilai dalam persepakbolaan yakni jiwa-jiwa kebersamaan.

“Dalam sepak bola ada pembagian kerja, ada kerja sama dan juga ada saling toleransi. Kalau nilai itu tidak ada, maka sepak bola tidak akan bisa terjadi dengan baik dan sempurna,” ucapnya. •

» Baca Berita Terkait Football for Peace, Gus Hans