Indonesia Darurat Bencana, Gus Anom: Perbanyak Shalawat!

PERBANYAK SHALAWAT: Gus Anam mengajak perbanyak shalawat nabi agar Indonesia tidak sering dihantam bencana alam. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
PERBANYAK SHALAWAT: Gus Anom mengajak perbanyak shalawat nabi agar Indonesia tidak sering dihantam bencana alam. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Belum tuntas penanganan gempa di Lombok, Nusa Tengga Barat (NTB), bencana gempa disertai tsunami sudah menerjang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Disusul pula letusan Gunung Anak Krakatau dan Soputan.

Apa yang sebenarnya terjadi dengan alam Indonesia? Menurut Pengasuh Majelis Taklim Al Munawwarah, Gus Anom bin Syaikh Arifin bin Alie bin Hasan, ini adalah peringatan untuk kita semua dari Allah Swt.

“Peringatan agar kita memperbanyak dzikir dan shalawat yang saat ini mulai banyak ditinggalkan,” katanya pada sejumlah wartawan di Surabaya, Rabu (3/10) malam.

• Baca: Dzikir di Surabaya, Gus Anom Akan Boyong 14 Artis Ibu Kota

Ditanya, adakah doa khusus agar bencana alam tidak terus-terusan terjadi di Tanah Air, Gus Anom mengajak untuk memperbanyak membaca shalawat nabi.

“Rasulullah Saw sudah mengingatkan, bahwa siapa bershalawat dibalas 10 rahmat satu kali,” katanya sambil mengutip hadits.

“Bahkan hadits qudsi mengatakan, barang siapa yang duduk di majelis ilmu, maka ada 70 ribu malaikat yang diturunkan sama Allah Swt dan mengambil 100 hajat,” tambahnya.

• Baca: 175 Pengungsi Korban Gempa Palu-Donggala Tiba di Juanda

Nah, jelas Gus Anom, ketika di majelis tersebut dibacakan shalawat nabi, maka bencana yang akan turun menjadi ‘malu’ karena ada ratusan malaikat penjaga. “Ini ilmu yang sebenarnya bermanfaat, tapi banyak orang enggak paham,” katanya.

Karena itu, tandas Gus Anom, tidak cukup dengan dzikir tapi harus istiqomah shalawat. “Sesungguhnya doa itu terkatung-katung antara langit dan bumi, dan tidak ada yang bisa menaikkanya sampai dibacakan shalawat untuk Nabi Muhammad Saw,” paparnya, kembali mengutip hadits.

Dia kemudian mengajak untuk mengoreksi diri, apakah majelis ilmu yang ada sudah istiqomah bershalawat nabi. “Makanya saya selalu berusaha (saat berdakwah) di luar kota, di Papua atau dimana saja, saya kuatin shalawat nabi,” ujarnya.

• Baca: Ombak di Kolam Renang, BMKG Jatim: Tak Ada Sinyal Gempa

Termasuk Sabtu (6/10) malam nanti Majelis Taklim Al Munawwarah akan berdzikir dan bershalawat bersamaah ribuan jamaah serta 14 artis ibu kota. “Kuncinya shalawat nabi, jadi perbanyaklah shalawat nabi,” tandasnya.

Apakah ‘membumikan’ shalawat nabi ini juga harus diseiringkan dengan kepala daerah, agar tidak terjadi bencana di daerah yang dipimpinnya?

“Saya sih tergantung kepala daerahnya saja. (Acara) shalawat nabi itu apa sih? Supaya bisa ngajak orang, biar diampuni dosa-dosanya. Saya enggak mikir macam-macam. Terserah saja, makin banyak yang datang ya alhamdulillah,” katanya.