Hoaks! Rusuh Pemilu 2019 di Sampang Ternyata Pilkada 2018

Ricuh Pilkada 2018 di Sampang, yang diposting seolah-olah kerusuhan akibat Pemilu 2019. | Foto: Ist
Ricuh Pilkada 2018 di Sampang diposting seolah-olah kerusuhan akibat Pemilu serentak 2019. | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Di tengah suasana panas pesta demokrasi tahun ini, beredar video di media sosial dan di-upload di Youtube terkait kerusuhan Pemilu 2019. Judul video menyebut, peristiwa terjadi di kantor KPU dan Bawaslu Kabupaten Sampang.

Namun Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mengera memastikan kejadian itu bukan karena Pemilu serentak 17 April 2019, tapi Pilkada 2018 di Sampang.

“Kami tegaskan (video) ini kejadian Pilkada serentak 2018 yang diulang, yang dimenangkan bupati sekarang (Slamet Junaidi),” tegas Barung via pesan WA, Senin (22/4/2019).

Seperti diketahui, 9 Juni 2018 lalu terjadi unjuk rasa menuntut Pilkada Sampang diulang. Aksi di kantor Panwaslu setempat berakhir ricuh.

Kerusuhan bermula saat massa aksi berupaya menerobos bariade polisi. Aksi saling dorong pun tak bisa dihindari, dan memaksa polisi melepas tembakan gas air mata.

Pasca coblosan Pemilu 2019, video kerusuhan di Sampang saat Pilkada 2018 tersebut, tiba-tiba beredar di media sosial. Video tersebut diunggah hari ini.

Dari penelusuran, ada dua akun yang memposting dua video dengan judul yang hampir sama di Youtube. Video pertama berjudul “Madura Rusuh 2. Ribuan warga Sampang kepung kantor KPU Bawaslu Sampang Madura”, dan :Ribuan warga Sampang Madura. Kepung Bawaslu dan KPU sampang Madura”.

Lantaran video tersebut berpotensi memperkeruh proses rekapitulasi suara Pemilu 2019, Polda Jatim memastikan akan menindak tegas siapa pun yang telah mengedarkan video kerusuhan di Sampang tersebut. “Ya pasti (akan menindak),” tegas Barung.•

» Baca Berita Terkait Pemilu 2019, Polda Jatim