Harga Cabai di Jatim Meroket, Hanya Ini Solusi Disperindag?

SOLUSI SESAAT: Operasi pasar, satu-atunya cara atasi lonjakan harga cabai di pasaran. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
SOLUSI SESAAT: Operasi pasar, satu-atunya cara atasi lonjakan harga cabai di pasaran. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Merespons harga cabai rawit yang terus meroket, rata-rata di atas Rp 80 ribu per kilogram (Kg), operasi pasar seolah menjadi satu-satunya solusi dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Jatim.

Kepala Disperindag Jatim, Drajat Irawan mengatakan, instruksi operasi pasar telah dikeluarkan Gubernur Jawa Timur, Indar Parawansa di semua daerah. Lewat operasi pasar, harga cabai yang meroket diharapkan bisa terkendali.

“Surat imbauan telah turun dari Ibu Gubernur, agar bupati dan wali kota bisa melaksakan operasi pasar cabai,” ujar Drajat di Pasar Tambakrejo, Simokerto, Surabaya, Jumat (2/8/2019).

Merujuk data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim per hari ini, di beberapa daerah menunjukkan harga cabai rawit rata-rata di atas Rp 80 ribu/Kg.

Di Magetan, harga cabai rawit mencapai Rp 80.333 ribu/Kg. Bahkan di Ngawi menembus Rp 83.333/Kg. Dari 38 kabupaten/kota di Jatim, baru Lumajang yang turun empat persen menjadi Rp 80 ribu/Kg dari sebelumnya Rp 85 ribu/Kg.

“Hari ini kami bersama Bulog mengadakan operasi pasar cabai rawit di Pasar Tambakrejo dan Wonokromo. Pemkot Surabaya di Pasar Genteng dan Pasar Benowo. Demikian juga beberapa kabupaten/kota sudah melaksanakan mulai 16 Juli,” ungkapnya.

Sehari sebelumnya, pihak Disperindag menyatakan tak memiliki solusi lain atas kenaikan harga cabai, selain menunggu panen raya di sentra produksi cabai antara Agustus hingga September.

“Sementara ini masih diisi sebagian dari Malang, sebagian dari Banyuwangi. Sambil menunggu sentra yang utama panen,” kata Drajat.

Baru Dua Pasar

Sementara Wakil Kepala Bulog Divre Jatim, Fachria Latuconsina menyebutkan, operasi pasar akan terus dilakukan pada Rabu dan Jumat setiap pekannya. Untuk sementara baru pasar yang disasar, yakni Tambakrejo dan Wonokromo.

“Kalau ada perintah, kami berkembang ke pasar lainnya. Selain di sini, 13 sub divre juga sudah kami minta lakukan operasi pasar. Di Kediri, Malang, dan Probolinggo rata-rata sudah melakukan operasi pasar cabai rawit,” kata Fachria.

Menurutnya, cabai rawit yang disediakan untuk operasi pasar didapat dari petani di wilayah Kediri. “Rp 50 ribu/Kg yang kami jual untuk operasi pasar ini berdasarkan harga yang kami dapat dari petani cabai di Kediri,” ucapnya.

» Baca Berita Terkait Khofifah, Pemprov Jatim