HAPI Berbagi Pengetahuan Soal Baja Ringan di Webinar IAI

SEMINAR BAJA RINGAN: Ratusan arsitek dan masyarakat umum mengikuti webinar yang digelar DPP HAPI. | Foto: IST
WEBINAR SOAL BAJA RINGAN: Ratusan arsitek dari IAI dan masyarakat umum mengikuti seminar online yang digelar IAI. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI) berbagi pengetahuan tentang perencanaan dan pemasangan rangka atap baja ringan, lewat webinar (seminar online) yang digelar Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Kamis (4/6/2020).

Webinar diikuti 100 peserta terdiri dari anggota IAI dan masyarakat umum, serta pihak Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dan Dinas Pekerjaan Umum Jatim sebagai dukungan pemerintah atas kegiatan ini.

Ketua Umum DPP HAPI, Mochamad Soleh menuturkan, webinar digelar untuk meningkatkan kualitas perencana, pengawas bangunan — termasuk kontraktor proyek swasta maupun pemerintah — tentang cara membuat perencanaan dan spesifikasi barang serta jasa pada pemasangan rangka atap baja ringan.

“Setelah mengikuti webinar ini, diharapkan peserta mendapatkan wawasan dan pengetahuan bagaimana cara membuat perencanaan,” kata Soleh, Jumat (5/6/2020).

“Serta menentukan spesifikasi barang dan jasa sesuai standar nasional Indonesia, dan dapat diaplikasikan langsung di tempat kerja masing-masing,” sambungnya.

Sehingga, lanjut Soleh, diperoleh hasil perencanaan sesuai standar, termasuk pembuatan spesifikasi yang detail dan lengkap untuk meminimalisir kekeliruan dalam pelaksanaan pembangunan suatu bangunan, terutama yang terkait dengan rangka atap baja ringan.

“Usai mengikuti webinar, seluruh peserta mendapatkan sertifikat dan poin yang sangat bermanfaat untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai profesi arsitek, perencanaan maupun pengawas proyek ke depan,” tutur Soleh.

HAPI, tandas Soleh, juga merencanakan kegiatan ini di seluruh Indonesia yang dikerjasamakan dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo).

“Kegiatan ini juga didukung produsen bahan dan profil baja ringan Zinium dan Kencana, dengan target 5.000 peserta per tahun,” ucap Soleh.

» Baca Berita Terkait Webinar