Gus Ipul Turun Kasta, Gerindra: Persepsi Itu Tak Bisa Dihindari

PILWALI PASURUAN: Gus Ipul, gencar dikabarkan bakal maju di Pilwali Pasuruan 2020. Turun kasta? | Foto: Barometerjatim.com/DOK
PILWALI PASURUAN: Gus Ipul, gencar dikabarkan bakal maju di Pilwali Pasuruan 2020. Turun kasta? | Foto: Barometerjatim.com/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com – Baginilah jalan karir politik Saifullah Yusuf. Usai dikalahkan Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2018 dengan selisih tebal (7,1 persen), pria yang akrab disapa Gus Ipul itu santer dikabarkan bakal maju di Pilwali Pasuruan 2020.

Bukannya naik dari level provinsi tapi malah turun ke kota. Situasi ini bisa saja dipersepsikan publik kalau ketokohan Gus Ipul turun kasta. “Persepsi itu tak kan bisa dihindari,” kata Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad, Sabtu (15/8/2020).

Apalagi, lanjut Sadad, publik kerap mempersepsikan ketokohan seseorang secara politik melalui kontestasi politik. “Beliau kan pada mulanya “Orpus” (orang pusat),” tandas politikus yang juga wakil ketua DPRD Jatim itu.

Dilabeli Orpus, lantaran Gus Ipul sempat menjabat Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (PSB).

Setelah dua tahun menjabat menteri (2004-2007), Gus Ipul turun ke Jatim menjadi wakil gubernur (Wagub) mendampingi Gubernur Soekarwo alias Pakde Karwo selama dua periode (2009-2014, 2014-2019).

Namun upaya salah seorang ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut untuk meneruskan kepemimpinan Pakde Karwo kandas, setelah dikalahkan Khofifah di Pilgub Jatim 2018.

Saat itu, Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno — diusung PKB, PDIP, PKS, dan Gerindra — dikalahkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dengan selisih 7,1 persen. Perolehan suaranya 9.076.014 (46,45 persen) berbanding 10.465.218 (53,55 persen).

Tapi jika benar Gus Ipul yang juga mantan ketua umum PP GP Ansor maju di Pilwali Pasuruan, hal itu bukan yang pertama dilakukan seorang mantan menteri bertarung dalam Pilwali.

Sebelumnya, Nur Mahmudi Ismail, pernah menjadi menteri di era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), terpilih sebagai Wali Kota Depok. “Berarti sudah ada ‘yurisprudensi’nya,” tutur Sadad.

Seperti gencar diberitakan, nama Gus Ipul menyeruak di bursa Pilwali Pasuruan setelah dua Parpol, PKB dan Golkar siap memberikan rekomendasinya.

» Baca Berita Terkait Pilkada 2020, Gus Ipul