Gus Hans: Kelola Kota Surabaya Butuh Keseimbangan Warna

WARNA LAIN: Gus Hans, Surabaya butuh warna lain pasca kepemimpinan Tri Rismaharini. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
WARNA LAIN: Gus Hans, Surabaya butuh warna lain pasca kepemimpinan Tri Rismaharini. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tokoh muda Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans menyebut, Surabaya pasca Tri Rismaharini (Risma) butuh keseimbangan warna antara legislatif dan eksekutif.

“Itu sesuai dengan Suroboyo, ada ijo dan abang (hijau dan merah). Di situ ada Suro dan Boyo, yang juga didominasi merah dan hijau,” katanya pada Barometerjatim.com, Minggu (21/7/2019).

Sehingga, lanjut Gus Hans, “Jika legislatifnya sudah dipegang totally merah, maka sebaiknya eksekutifnya dari warna lain biar ada dinamika dan keseimbangan dalam mengurus serta mengelola Surabaya.”

Seperti diketahui, PDI Perjuangan yang identik dengan warna merah (nasionalis) selama ini mendominasi Kota Pahlawan, baik di legislatif maupun eksekutif.

Sementara ditanya kesiapannya maju di Pilwali Surabaya 2020, Gus Hans belum memastikan declare meski terus mendapat dukungan dari banyak elemen masyarakat dan tokoh.

Termasuk dari Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) yang disowaninya Kamis (18/7/2019) lalu. Kedatangan Gus Hans bahkan disertai pemaparan hasil survei internal terkait Pilwali Surabaya 2020.

“Kiai Salahuddin Wahid tokoh NU nasional yang memperhatikan generasi berikutnya, generasi muda untuk bisa memberikan pencerahan dan arahan agar melangkah lebih baik lagi,” katanya.

Gus Sholah, kata Gus Hans, juga meminta dirinya untuk terus menjalin komunikasi dengan semua pihak, serta melakukan segala sesuatu yang bisa meningkatkan elektabilitas.

“Yang membuat saya semakin mengarah ke optimis, yaitu banyak tokoh yang men-support. Itu memberikan optimisime dan bisa menjadi spirit tersendiri bagi saya. Termasuk special spirit dari Gus Sholah,” tandasnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya, Gus Hans