Senin, 04 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Eri: Moderna Ada KIPI, Disuntik Bareng Bisa Loro Kabeh!

Berita Terkait

VAKSIN DOSIS KETIGA: Nakes di Surabaya mulai divaksin dosis tiga jenis Moderna. | Foto: Barometerjatim.com/IST
VAKSIN DOSIS KETIGA: Nakes di Surabaya mulai divaksin dosis tiga jenis Moderna. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menuturkan, sejak dua pekan lalu pihaknya mendapatkan jatah 24 ribu dosis vaksin jenis Moderna yang berfungsi sebagai immune booster.

Secara bertahap, vaksin dosis ketiga tersebut hingga kini sudah disuntikkan untuk 9.194 tenaga kesehatan (nakes) yang ada di Kota Pahlawan.

“Jadi, kita vaksin bertahap, karena ada KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi)-nya, mulai dari panas demam, dan juga pusing,” kata Eri, Rabu (18/8/2021).

“Kalau disuntik bareng, bisa loro kabeh (sakit semua). Nanti bisa mandek pelayanan ini. Makanya kita melakukannya secara bertahap,” tandasnya.

Eri memastikan, jumlah total nakes di Surabaya sebanyak 49 ribu. Namun karena jatah vaksin Moderna yang datang baru 24 ribu, maka vaksinasi dosis tiga ini akan terus dilanjutkan bertahap.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya juga terus melakukan berbagai upaya untuk mencapai herd immunity. Kamis (19/8/2021) besok pukul 08.00 WIB akan menggelar program vaksinasi massal dosis satu untuk ibu hamil di Airlangga Convention Centre (ACC) Kampus C Universitas Airlangga (Unair).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Febria Rachmanita menyatakan, untuk jumlah dosis vaksinasi besok pihaknya telah menyiapkan seribu dosis vaksin jenis Sinovac.

“Vaksin ini penting dilakukan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), karena dari pemerintah pusat sudah ada rekomendasi untuk ibu hamil. Jadi tidak perlu khawatir untuk ikut vaksin,” katanya.

Vaksinasi ibu hamil tersebut, menurut Febria, wajib dilakukan seperti pada saat mereka diwajibkan tes PCR. Hal itu untuk meningkatkan imunitas ibu hamil terhadap penyakit Covid-19, apalagi termasuk golongan rentan.

“Kita utamakan untuk ibu hamil yang resiko tinggi, yakni usia 35-40 tahun,” jelas Febria.

» Baca Berita Terkait Vaksin

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -