Dua Kader NU Bikin ‘Pusing’ PPP Tentukan Calon

TUNGGU KALKULASI POLITIK: Romahurmuziy, ‘pusing’ tentukan calon di antara dua kader NU yang bakal maju di Pilgub Jatim 2018, Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa. | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Meski sama-sama ‘partai hijau’, beda PKB beda pula PPP dalam menentukan bakal calon gubernur di Pilgub Jatim 2018. Jika PKB — atas desakan politik 21 kiai NU Jatim — hampir pasti mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul), PPP justru masih ‘pusing’ menentukan calon.

Penyebabnya, selain Gus Ipul, kader NU lainnya, Khofifah Indar Parawansa juga santer disebut bakal maju di Pilgub Jatim. Bahkan Khofifah yang menyebut dirinya masih melakukan ‘check sound’, terlihat semakin intens menyapa masyarakat Jatim. Mulai dari elemen ‘abangan’ hingga kalangan pesantren.

“Kami sedang pusing, ada dua kader NU yang maju di Jatim,” kata Ketua Umum DPP PPP, Romahurmuziy usai mengisi kuliah umum di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Jumat (26/5).

• Baca: Hasan Aminuddin: Parpol di Indonesia Tak Hanya PKB

Politikus yang akrab disapa Romi itu pantas ‘pusing’. Selain Khofifah memiliki basis massa lebih mengakar lewat jamaah Muslimat NU, status Menteri Sosial RI membuat perempuan yang diusung PPP pada Pilgub Jatim 2008 itu semakin dekat dengan masyarakat lapis bawah yang notabene mayoritas penduduk Jatim.

Apalagi kalkulasi politik mengacu hasil dua kali Pilgub Jatim sebelumnya perolehan suara Khofifah begitu signifikan. Di Pilgub Jatim 2008, Khofifah yang berpasangan dengan Mudjiono (Kaji) meraih 7.669.721 suara (49,80 persen) atau hanya selisih 0,4 persen dari suara Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) Jilid I.

Pun demikian di Pilgub 2013, ketika Khofifah berpasangan dengan Herman S Sumawiredja (Berkah) masih meraih 6.525.015 suara di tengah Karsa Jilid II bersatus incumbent yang lebih memiliki ‘segalanya’ dibanding Berkah.

• Baca: Bupati Ipong Gugah Solidaritas Kader PMII di Pilgub Jatim

Menilik perolehan suara yang stabil tersebut, PPP yang balik arah mendukung Karsa di Pilgub 2013, rupanya tak serta merta mendukung Gus Ipul di Pilgub Jatim 2018. Tetap ada hitung-hitungan politik meski dengan dalih menginginkan gubernur Jatim pasca Soekarwo dipimpin kader NU.

“Di Jatim, kader NU harus menang. Karena itu partai berbasis Islam di Jatim ingin mengerucutkan satu nama calon,” ungkap Romi.

PPP sendiri, lanjut Romi, baru akan membuka pendaftaran calon gubernur awal Juni 2017. Selebihnya, “Kami masih intensif berkomunikasi dengan partai lain untuk mengerucutkan satu nama calon,” tandasnya.