Doakan Lepas dari ODP, Gus Hans: Surabaya Butuh Whisnu!

PERANNYA DIBUTUHKAN: Whisnu Sakti Buana, perannya dibutuhkan masyarakat Surabaya di masa pandemi. | Foto: Barometerjatim.com/DOK
DIBUTUHKAN: Whisnu Sakti Buana, perannya dibutuhkan masyarakat Surabaya di masa pandemi. | Foto: Barometerjatim.com/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kabar Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana melakukan isolasi mandiri lantaran berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan) Corona (Covid-19) mengundang keprihatinan banyak pihak. Tak terkecuali kandidat Wali Kota Surabaya, Zahrul Azhar Asumta.

“Saya berdoa semoga Pak Wisnu lekas bisa beraktivitas lagi, karena masyarakat Surabaya masih membutuhkan kiprah dan langkahnya untuk membantu Bu Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini) dalam menyelesaikan maslah pandemi ini,” katanya, Jumat (5/6/2020).

“Saya melihat wawancara Pak Wawali di sebuah televisi swasta nasional tampak menjelaskan dengan jelas serta santai, kalem, mudah dicerna, ini yang diharapkan oleh masyarakat,” sambung Gus Hans — sapaan akrab Zahrul Azhar Asumta.

ODP yang menimpa Whisnu, lanjut politikus muda Partai Golkar itu, sekaligus menjadi koreksi buat protokol Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tentang keselamatan para pemimpinnya.

Di sisi lain, bisa menjadi peringatan bagi pemerintah jika tetap menggelar Pilkada serentak 2020 tahun ini, karena berpotensi memunculkan ODP baru di tengah pasien positif Covid-19 yang terus naik.

“Jika melihat kejadian ini, maka berapa petugas Pilkada yang akan menjadi ODP jika pelaksanaan Pilkada tetap dipaksakan tahun ini,” kata Gus Hans yang kader Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

Padahal, tandas Gus Gans, Panitia Pemungutan Suara (PPS) bukan pejabat tetapi sebatas petugas yang diharuskan turun langsung ke lapangan untuk pengumpulan data.

“Jangan-jangan nanti petugasnya takut, akhirnya hanya menggunakan data lama dan ini akan menjadi sumber masalah baru berkaitan dengan kualitas dan keabsahan hasil Pemilu,” ucapnya.

Sebelumnya, Whisnu yang juga politikus PDIP menyebut dirinya ODP usai menyambangi warga Kedung Turi, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari. Dari 18 warga yang dipulangkan usai diisolasi di salah satu hotel, ternyata lima di antaranya positif Covid-19.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona